Kunker Menhan guna Amankan Kedatangan Presiden Prabowo ke Sulut dan Gorontalo
- 10 Mei 2026 19:12 WIB
- Manado
RRI.co.id, Manado : Dibalik kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke Sulawesi Utara dan Gorontalo pada 7–9 Mei 2026, tidak sekadar agenda pembinaan prajurit dan peninjauan satuan TNI, tetapi strategi untuk memastikan kesiapan wilayah, stabilitas keamanan, serta kesiapan pertahanan sebelum Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke kedua Provinsi tersebut.
Kedatangan Menhan Sjafrie di Sulut dan Gorontalo sangat sistematis ketika melakukan peninjauan Yonif TP 916/Bara Sakti di Bitung, penguatan Rindam XIII/Merdeka di Tomohon, pengecekan kesiapan Yonif TP 868/Bantong Sakti, hingga kunjungan ke Secaba Rindam XIII/Merdeka di Amurang dan Yonif TP 824/MO’E’A di Gorontalo Utara.
Titik-titik kunjungan tersebut membentuk satu garis strategi pertahanan di kawasan utara Indonesia yang akan menjadi jalur pengamanan strategis dan penting kunjung Kepala Negara serta penyangga perbatasan dan kawasan laut strategis nasional.
Menhan dalam arahannya, menekankan disiplin prajurit, optimalisasi patroli wilayah, penguatan sistem keamanan lingkungan, hingga kedekatan TNI dengan rakyat.
Ini menunjukkan, jika pengamanan negara tidak hanya terbangun melalui kekuatan senjata, tetapi juga melalui stabilitas sosial serta keterlibatan masyarakat.
Kehadiran Presiden di kawasan perbatasan memiliki dimensi geopolitik dan kedaulatan yang sangat kuat, sehingga kesiapan aparat keamanan menjadi faktor utama.
Sementara di Provinsi Gorontalo, Menhan menyampaikan, pembangunan Yonif TP merupakan implementasi nyata Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) atau menempatkan perlindungan bukan hanya tanggung jawab militer, tetapi melibatkan masyarakat sebagai elemen pendukung stabilitas nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....