Menhan Tinjau Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 916 di Bitung

  • 07 Mei 2026 20:06 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 916 di Rusunawa Tangkoko, Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis 7 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut turut didamping Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Agus Mirza serta sejumlah pejabat tinggi lainnya baik dari Kemenhan dan Kodam Merdeka.

Saat ditemui wartawan di Base Operations (Base Ops) Pangkalan Udara (Lanud) Sam Ratulangi, Menhan Sjafrie menjelaskan kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung progres pembangunan fasilitas pertahanan strategis.

Pemerintah saat ini terus mempercepat pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional. Menhan menargetkan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki satu batalyon.

“Kami membangun Batalyon Teritorial Pembangunan dengan target 150 satuan setiap tahun. Dalam lima tahun ke depan, ditargetkan sebanyak 514 batalyon akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia,” kata Menhan Sjafrie.

Ia juga menjelaskan, prajurit baru yang telah lulus pendidikan untuk sementara ditempatkan di marshaling area atau lokasi penampungan sementara sebelum diberangkatkan ke satuan tugas masing-masing sambil menunggu penyelesaian pembangunan pangkalan.

“Kurang lebih enam bulan lagi selesai. Pangkalan Yonif TP ini nantinya akan menjadi wadah pembentukan Bintara dan Tamtama yang berkualitas,” katanya.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur, Menhan Sjafrie menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam memperkuat pertahanan negara.

Dia juga memberikan apresiasi potensi prajurit muda yang ditemuinya, termasuk yang memiliki tingkat intelegensi tinggi serta prestasi di bidang olahraga.

“Pembinaan kekuatan pertahanan tidak hanya berfokus pada peralatan atau alutsista, tetapi juga kualitas SDM. Saya menekankan kepada mereka agar selalu setia kepada negara, konstitusi, dan kepentingan nasional Indonesia,” lanjutnya.

Menhan juga berpesan kepada para Panglima dan Kepala Staf untuk aktif turun langsung ke lapangan agar memahami kebutuhan serta kekurangan di setiap satuan.

Menurutnya, kebijakan nasional berorientasi pada pembangunan kekuatan pertahanan, sedangkan tugas pimpinan di lapangan adalah membina serta memanfaatkan kekuatan tersebut secara efektif.

“Pembinaan prajurit tidak lagi semata-mata berdasarkan senioritas, melainkan prestasi. Semakin sering kita turun ke lapangan, semakin kita mengetahui keunggulan dan kekurangan yang perlu diperbaiki,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....