Humas Pemerintah Waspadai Hoaks AI yang Sasar Program MBG

  • 12 Apr 2026 16:56 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah mengidentifikasi tantangan ganda dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni kendala geografis di wilayah pelosok dan ancaman misinformasi di ruang digital. Hal ini menjadi bahasan utama dalam diskusi strategi komunikasi publik guna memastikan program prioritas ini tidak "salah sasaran" akibat persepsi publik yang keliru.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawati,, menjelaskan bahwa luasnya bentang alam Indonesia dengan lebih dari 17.000 pulau memicu kesenjangan pemahaman antarwilayah. Menurutnya, pendekatan komunikasi untuk warga di kota besar harus dibedakan dengan masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang memiliki keterbatasan akses pangan.

"Kondisi masyarakat kita sangat beragam dan ini menjadi tantangan nyata. Informasi harus terdistribusi secara presisi agar tidak muncul ketidakpahaman terkait tujuan besar program ini di lapangan," kata Molly dalam dialog daring BGN Talks, Sabtu, 11 April 2026.

Selain faktor geografis, Molly menyoroti maraknya konten manipulatif di platform media sosial seperti TikTok. Kecepatan sebaran informasi yang tidak terverifikasi, terutama konten yang direkayasa menggunakan kecerdasan buatan (AI), berpotensi memicu kegaduhan publik jika pemerintah tidak hadir dengan data yang transparan dan cepat.

Ia menegaskan bahwa pola komunikasi humas pemerintah saat ini harus bertransformasi dari sekadar memberi pengumuman searah menjadi ruang dialog dua arah. Langkah ini krusial untuk meredam sentimen negatif netizen yang kerap muncul akibat kurangnya transparansi teknis, mulai dari komposisi menu hingga standar kadar gizi.

"Informasi harus dibuka selebar-lebarnya. Masyarakat saat ini sangat reaktif di media sosial, sehingga setiap detail pelaksanaan harus terverifikasi dengan kuat agar tidak menjadi 'bola liar' atau hoaks yang merugikan publik," katanya menambahkan.

Melalui transparansi data dan narasi yang sederhana, pemerintah berharap masyarakat dapat melihat manfaat nyata dari program MBG, sekaligus membentengi diri dari sebaran berita bohong yang beredar di internet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....