Intip Sejarah Hari Layang Layang Nasional 8 Februari
- 07 Feb 2026 13:08 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado - Setiap tanggal 8 Februari, masyarakat Indonesia memperingati Hari Layang-Layang Nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap salah satu permainan tradisional yang telah hidup dan berkembang sejak ratusan tahun lalu. Layang-layang bukan sekadar mainan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang merefleksikan kreativitas, kebersamaan, dan kearifan lokal.
Di berbagai daerah,layang-layang memiliki bentuk dan filosofi yang berbeda-beda. Di Bali, misalnya, dikenal layang-layang tradisional seperti janggan,pecukan,dan bebean yang kerap diterbangkan dalam festival berskala internasional. Sementara di daerah pesisir Jawa dan Sulawesi, layang-layang menjadi hiburan rakyat yang erat kaitannya dengan musim angin.
Dikutip dari laman nationaldaycalendar.com,layang-layang sudah ada sejak Tiongkok pada tahun 470 SM. Tiongkok kaya akan cerita rakyat dan sejarah tentang asal-usul layang-layang. Banyak cerita yang berkaitan dengan bagaimana angin memengaruhi dedaunan di pohon, tempat berlindung yang mereka tinggali, menerbangkan layar kapal mereka, dan topi yang mereka kenakan di kepala mereka.
Kisah-kisah tersebut juga menceritakan tentang layang-layang yang diciptakan untuk memata-matai musuh atau untuk mengirim pesan. Bukti juga menunjukkan bahwa penduduk Kepulauan Pasifik Selatan menggunakan layang-layang untuk menangkap ikan sekitar waktu yang sama dengan penduduk Tiongkok.
Layang-layang awal dibuat dari bambu atau alang-alang yang kokoh sebagai kerangka. Daun, sutra, atau kertas menjadi layar yang ideal. Sulur atau serat yang dikepang melengkapi tali atau pengikatnya. Meskipun awalnya orang menggunakan layang-layang sebagai alat, mereka juga menggunakannya untuk alasan seremonial.
Baik untuk mengirim pesan ke langit atau untuk mengangkat persembahan kepada para dewa,layang-layang memiliki tempat simbolis dalam budaya tersebut.
Saat ini layang-layang populer baik sebagai hobi maupun untuk kegiatan di luar ruangan. Jenisnya beragam, mulai dari layang-layang berlian sederhana hingga layang-layang kotak yang lebih rumit dan layang-layang kereta luncur raksasa.
Layang-layang akrobatik,juga dikenal sebagai layang-layang olahraga, dirancang agar operator dapat mengendalikan layang-layang dengan gerakan menukik,berputar,dan terjun dengan efek dramatis.
Selain bernilai budaya, aktivitas menerbangkan layang-layang juga mengajarkan nilai-nilai positif seperti kesabaran, kerja sama,dan sportivitas. Tak jarang,kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
Dengan peringatan Hari Layang-Layang Nasional, diharapkan masyarakat semakin peduli untuk melestarikan permainan tradisional sebagai identitas bangsa. Layang-layang yang terbang tinggi di langit Nusantara menjadi simbol harapan agar budaya Indonesia terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....