Bapanas Jaga Stok dan Harga Beras Awal 2026
- 14 Jan 2026 17:58 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah menegaskan capaian swasembada beras pada awal 2026 didukung oleh produksi dalam negeri yang kuat dan cadangan nasional yang memadai. Kondisi tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi beras kepada masyarakat.
Badan Pangan Nasional menyatakan ketersediaan beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Hal ini ditopang oleh Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog serta berbagai program distribusi pangan yang terus berjalan.
Direktur Distribusi Pangan Badan Pangan Nasional Rachmi Widiriani mengatakan stok beras Bulog per 12 Januari 2026 mencapai sekitar 3,36 juta ton. Ia menyebut jumlah tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah dan stok komersial Bulog.
“Dengan posisi cadangan tersebut, pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa impor. Fokus kami saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di tingkat konsumen,” ujar Rachmi Widiriani, dikutip dari Badan Pangan Nasional.
Selain penguatan cadangan, pemerintah juga terus melakukan stabilisasi melalui penyaluran bantuan pangan dan intervensi pasar. Hingga pertengahan Januari 2026, bantuan pangan beras dan minyak goreng telah menjangkau lebih dari 17,6 juta penerima atau mendekati seluruh sasaran nasional.
Badan Pangan Nasional mencatat pergerakan harga di pasar tetap dipengaruhi faktor distribusi, permintaan musiman, dan kondisi wilayah tertentu. Pemerintah pun terus memantau harga harian serta menyiapkan langkah operasi pasar dan penyaluran beras SPHP untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas inflasi pangan sepanjang 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....