Rumah Program 2026 Akselerasi Riset Sosial-Humaniora Indonesia Emas
- 14 Jan 2026 02:42 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) memperkuat transformasi ekosistem penelitian sosial-humaniora melalui Rumah Program tahun anggaran 2026. Program ini menjadi bagian dari fase akselerasi riset periode 2025–2029 untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Pelaksana Tugas Kepala OR IPSH BRIN, Muhammad Najib Azka, mengatakan kolaborasi menjadi kunci utama dalam pengembangan riset sosial-humaniora saat ini. Melalui Call for Research Collaboration (CFRC) Rumah Program 2026, BRIN mendorong lahirnya penelitian yang berdampak luas dan relevan dengan tantangan zaman.
“Kolaborasi adalah kunci dalam penelitian sosial-humaniora. Kami ingin memastikan riset yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata,” ujar Najib secara daring, Senin (12/1).
Ia menegaskan ilmu sosial dan humaniora memiliki peran fundamental dalam pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. OR IPSH BRIN diposisikan sebagai wadah riset yang fokus pada dinamika sosial, budaya, dan kemanusiaan, sekaligus menghasilkan publikasi kredibel yang menjadi rujukan nasional dan global.
Rumah Program 2026 diarahkan sebagai pusat produksi pengetahuan yang menjunjung etika dan integritas penelitian. Terdapat dua model riset utama yang dikembangkan, yakni model hasil riset tentang keindonesiaan serta model hasil riset tentang dinamika kontemporer.
Model riset keindonesiaan berfokus pada kontinuitas bangsa, identitas, jati diri, dan kohesi sosial, dengan topik seperti konsolidasi demokrasi, ketahanan keluarga, pesantren, hingga tata kelola pangan bergizi gratis. Sementara itu, model dinamika kontemporer diarahkan untuk merespons perubahan global, termasuk isu transformasi digital, krisis global, dan perubahan iklim.
Najib menjelaskan indikator keberhasilan Rumah Program 2026 mencakup tersedianya proposal berkualitas, pemanfaatan hasil riset berbasis model, penguatan kolaborasi nasional dan internasional, serta peningkatan pendanaan melalui kerja sama penelitian.
Skema pendanaan riset dibagi dalam dua jalur, yakni Field Research dan Small Grant Research, dengan target luaran berupa artikel jurnal internasional bereputasi atau book chapter terindeks global dengan status minimal under review pada Desember 2026.
Program ini terbuka bagi SDM iptek aktif dengan pendidikan minimal S2 atau peneliti ahli muda yang tengah menempuh program Degree by Research. Pengajuan proposal dapat dilakukan melalui laman resmi pendanaan Risnov BRIN mulai 12 Januari hingga 2 Februari 2026.
Melalui Rumah Program 2026, BRIN berharap Indonesia tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam produksi pengetahuan dunia.
(Fika Hamzah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....