Surplus Jagung, Impor Ditiadakan 2026
- 10 Jan 2026 16:02 WIB
- Manado
KBRN, Manado:Produksi jagung nasional sepanjang tahun 2025 mencatatkan surplus terhadap kebutuhan konsumsi dalam negeri. Kondisi ini menjadi dasar pemerintah untuk kembali meniadakan impor jagung pada tahun 2026, baik untuk kebutuhan pakan, benih, maupun rumah tangga.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk peran strategis Perum Bulog dalam menyerap hasil produksi petani.
“Bulog harus siap dari sekarang. Serapan ini sangat menentukan, karena jika bermasalah, dampaknya bisa dirasakan di tahun berikutnya,” ujar Amran saat berdialog bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).
Sepanjang 2025, Bulog telah menyerap sekitar 101 ribu ton jagung produksi dalam negeri atas penugasan Bapanas. Serapan tertinggi tercatat berasal dari Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang seluruhnya bersumber dari produksi domestik juga telah dimanfaatkan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sebanyak 51,2 ribu ton jagung disalurkan kepada 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan penyaluran SPHP jagung pakan sebesar 500 ribu ton. Program ini menyasar peternak ayam layer skala mikro, kecil, dan menengah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap jagung pakan.
Saat ini, stok CJP di Bulog tercatat sekitar 45 ribu ton. Pemerintah menekankan pentingnya peningkatan serapan dari hasil panen dalam negeri, seiring kebijakan tegas untuk menutup impor jagung pada 2026.
Amran juga menyebut Indonesia bahkan telah melakukan ekspor jagung ke sejumlah negara, seperti Malaysia dan Filipina, dari beberapa daerah produksi utama di dalam negeri.
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa dukungan Polri terhadap sektor pertanian turut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi jagung nasional. Hasil panen jagung yang disokong Polri pada 2025 mencapai sekitar 3,5 juta ton.
“Harapannya, ini mendorong swasembada jagung, memenuhi kebutuhan pasar dan cadangan pemerintah, serta membuka peluang ekspor,” kata Listyo.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, produksi jagung nasional tahun 2025 mencapai 16,1 juta ton, dengan sekitar 20 persen di antaranya merupakan kontribusi dari program yang melibatkan Polri.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional, kebutuhan konsumsi jagung pada 2025 berada di angka 15,65 juta ton. Dengan produksi mencapai 16,11 juta ton, Indonesia mencatat surplus sekitar 463,9 ribu ton.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....