Kebijakan Pendidikan Dorong Ekonomi Daerah
- 05 Jan 2026 11:15 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Kebijakan pendidikan yang dijalankan pemerintah pada tahun 2025 terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Data ini disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) berdasarkan kajian terbaru Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).
Kajian tersebut menyoroti dua kebijakan utama Mendikdasmen, yakni Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan serta Program Bantuan Tambahan Penghasilan Guru Non-ASN, yang dinilai memiliki pengaruh signifikan secara sosial dan ekonomi dalam implementasinya.
Dalam kajian LP3ES yang dirilis Mendikdasmen disebutkan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan sarana pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Setiap kenaikan 1 persen alokasi anggaran revitalisasi diperkirakan berdampak pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi sebesar 0,527 persen.

Selain itu, manfaat langsung program revitalisasi juga dirasakan masyarakat sekitar sekolah. Sekitar 75 hingga 100 persen bahan bangunan dibeli dari wilayah sekitar sekolah, sementara 62 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal. Kondisi ini dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Sementara itu, Program Bantuan Tambahan Penghasilan Guru Non-ASN yang digulirkan Mendikdasmen berkorelasi positif terhadap peningkatan pengeluaran rumah tangga guru. Kenaikan pendapatan tersebut sebagian besar digunakan untuk kebutuhan pokok, transportasi, serta pembelian buku dan sumber belajar.
Dampaknya, kesejahteraan guru non-ASN mengalami peningkatan, yang diikuti dengan naiknya semangat kerja, produktivitas, dan tingkat kehadiran di sekolah. Dalam kajian tersebut, 92 persen guru mengaku mengalami kenaikan pendapatan, 88 persen merasa lebih semangat dan produktif, serta 86,2 persen menyatakan merasa lebih dihargai oleh pemerintah.
Kajian LP3ES ini dilakukan menggunakan pendekatan mixed methods, yang mengombinasikan survei lapangan di 30 provinsi, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan pendidikan dan pelaku ekonomi lokal, serta analisis ekonometrika berbasis data sekunder.
Hasil kajian yang dipublikasikan Mendikdasmen tersebut menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial serta investasi ekonomi strategis yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....