Penerapan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana

  • 29 Des 2025 15:58 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan kurikulum penanggulangan dampak bencana sebagai upaya menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di tengah situasi krisis. Kurikulum ini dirancang adaptif dan bertahap, disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan terdampak bencana.

Pada tahap awal, penerapan kurikulum difokuskan pada keselamatan peserta didik serta pemulihan psikososial. Pembelajaran disederhanakan dengan menitikberatkan pada kompetensi esensial agar proses pendidikan tetap berjalan meski dalam keterbatasan.

Penyesuaian kurikulum pada fase awal meliputi:

  • Penyederhanaan materi pada literasi dan numerasi dasar
  • Penekanan pada kesehatan dan keselamatan diri
  • Pengembangan bahan ajar darurat
  • Penerapan metode pembelajaran adaptif
  • Integrasi dukungan psikososial dalam pembelajaran
  • Asesmen sederhana yang berfokus pada kehadiran, keamanan, dan kenyamanan murid

Memasuki fase pemulihan dini dalam rentang satu hingga 12 bulan, kurikulum mulai dikembangkan secara lebih adaptif dengan mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran. Pada fase ini, sekolah juga melaksanakan program pemulihan pembelajaran dengan jadwal yang fleksibel dan menyesuaikan kondisi peserta didik.

Langkah pada fase pemulihan dini antara lain:

  • Kurikulum adaptif berbasis krisis
  • Program pemulihan pembelajaran
  • Pembelajaran fleksibel dan terdiferensiasi
  • Sistem asesmen transisi disertai penilaian perkembangan sosial dan emosional

Dalam jangka panjang, pada fase pemulihan lanjutan selama satu hingga tiga tahun, pendidikan kebencanaan diintegrasikan secara permanen ke dalam sistem pembelajaran. Pendekatan ini diarahkan untuk membangun ketahanan satuan pendidikan serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang inklusif.

Fokus fase jangka panjang meliputi:

  • Integrasi permanen pendidikan kebencanaan
  • Pembelajaran inklusif berbasis ketahanan
  • Penguatan kualitas pembelajaran
  • Sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat

Melalui penerapan kurikulum kebencanaan ini, pemerintah berharap satuan pendidikan mampu tetap berfungsi secara optimal, sekaligus membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi risiko bencana di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....