Stok Telur Aman hingga Lebaran 2026

  • 26 Des 2025 15:40 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Ketersediaan telur ayam ras secara nasional dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi hingga momen Lebaran 2026. Pasokan telur sepenuhnya ditopang oleh produksi peternak dalam negeri yang saat ini berada pada level surplus.

Berdasarkan proyeksi Badan Pangan Nasional (Bapanas), produksi telur ayam ras nasional masih mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, termasuk selama Ramadan dan Lebaran mendatang. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan tidak ada persoalan terkait stok telur secara nasional.

“Secara nasional ketersediaan telur sangat mencukupi. Lewat Ramadan pun aman karena kita surplus,” ujar Ketut di Jakarta, Rabu (24/12/2024) dikutip dari laman resmi Badan Pangan Nasional.

Ia menjelaskan, fluktuasi harga telur yang terjadi belakangan lebih dipengaruhi faktor musiman, terutama meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru. Program prioritas pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum memberi dampak signifikan terhadap lonjakan konsumsi telur.

Dalam proyeksi Neraca Pangan Nasional, kebutuhan telur ayam ras sepanjang tahun diperkirakan mencapai 6,487 juta ton. Sementara itu, produksi nasional mampu menembus 6,561 juta ton. Adapun kebutuhan untuk program MBG pada 2025 hanya sekitar 127,3 ribu ton atau kurang dari 2 persen dari total konsumsi nasional.

Bapanas juga memproyeksikan stok akhir tahun 2025 akan meningkat signifikan menjadi 74,5 ribu ton, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan stok akhir 2024 yang tercatat 29,3 ribu ton.

Meski stok mencukupi, pemerintah tetap mewaspadai pergerakan harga telur ayam ras di tingkat konsumen. Harga ideal diharapkan tetap berada pada Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp30.000 per kilogram.

“Kami sudah berkoordinasi dengan peternak agar harga di tingkat produsen tetap di kisaran Rp22.000 sampai Rp25.000 per kilogram, sehingga harga jual ke konsumen masih wajar,” kata Ketut.

Data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan adanya tren penurunan harga telur ayam ras dalam sepekan terakhir. Per 24 Desember, rata-rata harga nasional berada di Rp31.595 per kilogram, sedikit turun dibandingkan pekan sebelumnya. Bali tercatat sebagai provinsi dengan harga terendah, yakni Rp27.635 per kilogram.

Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jajarannya diminta terus mengawal stabilitas harga telur. Menurutnya, stok nasional yang melimpah menjadi dasar pemerintah untuk memastikan harga tidak melonjak.

“Telur stoknya cukup, bahkan lebih dari cukup. Kita tidak boleh lengah. Kalau harga naik, akan kita tindak,” tegas Amran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....