Kakanwil Hadiri Welcoming dan Gala Dinner OMI 2025

  • 11 Nov 2025 13:23 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Islam Ahmad Sholeh, menghadiri Acara Welcoming dan Gala Dinner Grand Final Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025, yang digelar di Pendopo Kantor Walikota Tangerang, Senin (10/11).

Wakil Menteri Agama RI, Romo Muhammad Syafi’i yang hadir membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan OMI 2025. Menurutnya, ajang ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan madrasah sebagai pusat keunggulan pendidikan nasional.

"Madrasah hari ini telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang berprestasi pada banyak bidang, khususnya sains, riset dan inovasi. Ini sangat membanggakan,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Wamenag juga menyoroti berbagai capaian madrasah di tingkat nasional. Ia menyebut Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia sebagai contoh nyata madrasah berkualitas terbaik di Indonesia. Bahkan, nilai UTBK 2025 tertinggi secara nasional berhasil diraih MAN Insan Cendekia Serpong.

"Minggu lalu anak-anak madrasah menciptakan robot dalam Madrasah Robotic Competition. Sebelumnya, peraih medali terbanyak pada Olimpiade Sains Nasional juga dari madrasah, yakni MAN 2 Kota Malang. Ini bukti madrasah terus berinovasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Romo Syafi’i menyampaikan rencana pembentukan Direktorat Vokasional Madrasah sebagai dukungan pemerintah untuk memperkuat kompetensi siswa madrasah di bidang sains dan teknologi.

"Tanpa direktorat itu, kita bisa kehilangan dukungan bagi anak-anak madrasah yang luar biasa potensial,” tegasnya.

Acara turut dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Gubernur Banten Andra Soni, Dirjen Pendidikan Islam Prof. Amin Suyitno, Direktur KSKK Madrasah Prof. Dr. Nyayu Khodijah, para Kepala Kantor Kemenag kab/kota, serta Kepala Madrasah dan jajaran Pendis dari berbagai daerah.

OMI 2025 merupakan ajang baru yang menggabungkan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES), meliputi kategori sains, riset, dan kreativitas siswa madrasah seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi ruang pembinaan dan kompetisi untuk melahirkan generasi madrasah unggul dan berdaya saing global. Dari Sulawesi Utara, sebanyak 18 siswa diutus mengikuti lomba, 7 diantaranya masuk 10 besar nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....