Bapanas Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Gerakan GSP
- 09 Nov 2025 16:30 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperluas Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan nasional. Sejak diluncurkan pada 2022, gerakan ini telah menjangkau 17 provinsi dengan lebih dari 224 ton pangan terselamatkan dan disalurkan kepada lebih dari 456 ribu penerima manfaat.
Dalam peringatan Hari Ritel Nasional 2025 di Jakarta, Kamis (6/11/2025), Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku ritel, UMKM, bank pangan, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat. Ia menyebut upaya bersama ini krusial untuk menekan food loss dan food waste yang masih tinggi di Indonesia.
“Jika kita mampu menekan kehilangan pangan hingga lima persen saja, itu sudah bisa memperkuat kecukupan pangan bagi jutaan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Solihin juga menegaskan komitmen sektor ritel untuk menjadi mitra aktif dalam penyelamatan pangan. “Ini bukan soal bersaing, tapi bersanding. Ritel modern harus menjadi etalase bagi UMKM dan turut berperan dalam mengurangi pemborosan pangan,” ucapnya.
Bapanas sendiri terus memperluas intervensi melalui edukasi, kampanye perubahan perilaku konsumsi, hingga redistribusi pangan bersama pelaku usaha dan bank pangan. Dukungan logistik seperti food truck dan mobil berpendingin juga disiapkan agar pangan tersalurkan dalam kondisi baik.
Selain itu, Bapanas mengembangkan sistem digital Stop Boros Pangan (sbp.badanpangan.go.id) yang memudahkan masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi langsung dalam pelaporan dan penyelamatan pangan. Hingga Oktober 2025, tercatat 40 pelaku usaha dan 23 bank pangan aktif berpartisipasi dalam gerakan ini.
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menyatakan bahwa langkah ini selaras dengan target RPJMN dan SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan. “Yang kita lakukan sekarang adalah memperluas jangkauan dan memperkuat jejaring kolaborasi agar tak ada pangan yang terbuang,” katanya.
Melalui GSP, Bapanas menegaskan komitmennya bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga tentang memastikan setiap butir pangan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....