Bapanas Pastikan Stok Aman, Harga Beras Harus Turun
- 21 Okt 2025 15:49 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi sangat aman dan melimpah. Dengan pasokan yang mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka, pemerintah memastikan harga beras di pasar harus turun sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Stok kita banyak, produksi naik, jadi tidak ada alasan harga beras mahal. Presiden telah memerintahkan agar harga segera turun sesuai HET dan kami pastikan itu terjadi,” ujar Amran, Senin (20/10/2025).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 29,47 juta ton. Hingga akhir tahun, total produksi diperkirakan tembus lebih dari 34 juta ton.
Sementara itu, stok beras pemerintah di Perum Bulog tercatat mencapai 3,8 juta ton, dengan sekitar 1 juta ton diantaranya disiapkan untuk operasi pasar. Pemerintah juga memiliki cadangan tambahan sebesar 1,7 juta ton yang siap digerakkan kapanpun diperlukan.
Amran menekankan, harga beras di tingkat pedagang tidak boleh melampaui HET yang telah ditetapkan. Saat ini, harga beras premium di pasar masih berada di kisaran Rp15.900 per kilogram, padahal seharusnya Rp14.900 per kilogram.
“Mulai hari ini, seluruh pedagang, pengecer, dan distributor wajib mengikuti regulasi harga. Jika melanggar, akan diberi surat teguran, dan bila diabaikan, izin usahanya akan dicabut,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Satgas Pangan Polri yang telah melakukan penindakan di sejumlah daerah dan membantu menurunkan harga. Amran menambahkan, kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Perdagangan, TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah daerah telah memperkuat ketersediaan stok nasional.
(Noni Octavia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....