Dirut Bulog Bahas Wacana Transformasi Jadi Lembaga Baru
- 15 Okt 2025 19:19 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan adanya wacana perubahan status Bulog menjadi lembaga baru. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat peran Bulog dalam menjaga ketahanan serta stabilitas pangan nasional.
Menurut Ahmad, Bulog selama ini memegang peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, terutama beras, bagi masyarakat. Ia menilai struktur organisasi yang ada saat ini masih relevan untuk menghadapi tantangan pangan yang semakin kompleks.
“Sebagai institusi strategis di bidang pangan, Bulog terus menjalankan amanah negara untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi rakyat,” ujarnya (15/10/2025).
Ahmad menambahkan, transformasi Bulog menjadi badan khusus atau kementerian akan memperluas tanggung jawab dan kewenangan lembaga tersebut. Dengan begitu, Bulog dapat mengelola lebih banyak komoditas pangan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng, tidak hanya fokus pada satu sektor.
Ia juga menyoroti capaian kinerja Bulog yang dinilai semakin kuat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Stok beras nasional mencapai 4,2 juta ton, dengan penyerapan gabah lebih dari 3 juta ton tahun ini,” ungkapnya.
Ahmad menegaskan, perubahan kelembagaan akan tetap berorientasi sosial dengan menempatkan stabilisasi harga dan ketahanan pangan sebagai prioritas utama. Ia pun berharap dukungan masyarakat dan DPR RI dapat memperkuat langkah transformasi ini.
“Dukungan seluruh elemen bangsa menjadi energi bagi Bulog untuk terus berbuat terbaik bagi negeri,” pungkasnya.
(Noni Octavia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....