BRIN Dorong Kolaborasi Dunia Usaha Capai Net-Zero Emission

  • 15 Okt 2025 10:32 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong keterlibatan dunia usaha dalam upaya percepatan pencapaian komitmen net-zero emission di Indonesia melalui kolaborasi berbasis sains dan inovasi teknologi.

Dalam kegiatan Roundtable Discussion bertajuk “Achieving Corporate Climate Ambition in Indonesia: Understanding SBTi Fundamentals & Sectoral Pathways” di Auditorium Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, Rabu (15/10), BRIN menggandeng UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) dan Science Based Targets initiative (SBTi). Forum ini menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga non-bisnis untuk memperkuat pemahaman penerapan target iklim berbasis sains sekaligus menjajaki kolaborasi menuju ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menegaskan bahwa kontribusi dunia usaha menjadi faktor kunci dalam mewujudkan target net-zero emission nasional pada 2060 atau lebih cepat.

“Transformasi menuju ekonomi hijau tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dunia industri harus menjadi motor penggerak dalam penerapan inovasi rendah karbon dan efisiensi energi berbasis riset dan teknologi,” ujar Handoko.

Ia menambahkan, BRIN melalui berbagai pusat riset terus mengembangkan teknologi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk mendukung kebijakan berbasis sains, termasuk bagi sektor swasta.

“Kami membuka ruang kolaborasi riset dengan perusahaan untuk menguji dan mengimplementasikan teknologi rendah karbon—mulai dari efisiensi energi hingga carbon capture—agar transisi menuju net-zero emission dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal dan Interim Executive Director IGCN, Andi P. Rahim, menyampaikan bahwa pencapaian tujuan net-zero global maupun nasional membutuhkan komitmen kuat dari perusahaan di semua sektor.

“Banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam memahami berbagai standar net-zero serta langkah-langkah praktis untuk menyelaraskan strategi iklim korporasi dengan kebijakan nasional,” kata Andi.

Menurutnya, forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman antar pelaku usaha dan memperkenalkan dasar-dasar SBTi yang sejalan dengan standar internasional seperti SBTi Corporate Net-Zero Standard dan GHG Protocol.

“Kegiatan ini memperkenalkan keselarasan dengan standar net-zero internasional lainnya, sekaligus menjadi forum dialog lintas sektor mengenai peluang dan tantangan dalam mengadopsi target iklim berbasis sains,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai penerapan target iklim berbasis sains dan memperkuat kemitraan antara sektor publik dan swasta menuju ekonomi hijau yang berketahanan iklim.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....