Bulog Gencarkan Serapan Jagung Nasional Didukung Polri

  • 10 Okt 2025 11:45 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Penugasan penyerapan produksi jagung dalam negeri untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) oleh Perum Bulog menunjukkan progres positif. Program yang dijalankan atas mandat Badan Pangan Nasional (NFA) sejak Februari 2025 itu kini semakin kuat setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025 pada Juni lalu.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir Bulog berhasil menyerap 16 ribu ton jagung, didukung peran Polri dalam memperkuat pasokan dari petani.

“Ini bukti kolaborasi nyata pemerintah dan Polri untuk memperkuat stok CJP dari hasil petani lokal,” ujar Arief di acara Tanam Raya Jagung Kuartal IV di Desa Bantar Panjang, Tangerang, Rabu (8/10) dikutip dari https://badanpangan.go.id/ .

Berdasarkan data NFA, realisasi pengadaan jagung per 8 Oktober mencapai 84,1 ribu ton, naik 23,6 persen dibanding sebulan sebelumnya. Peningkatan ini disebut signifikan di tengah penurunan produksi bulanan nasional.

Menurut BPS, proyeksi produksi jagung kadar air 14 persen sepanjang Januari–November 2025 mencapai 15,25 juta ton, meningkat dari 14,06 juta ton pada 2024.

Arief menambahkan, pemerintah akan terus mendampingi petani agar hasil panen sesuai spesifikasi industri pakan. Ia juga menyoroti naiknya indeks Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan yang mencapai 113,95 pada September 2025 tertinggi sejak April 2024.

“CJP kita disiapkan untuk menjaga stabilitas harga pakan unggas agar peternak tetap bisa memproduksi telur dan daging ayam berkualitas,” katanya.

Tahun ini, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan menyasar 2.109 peternak di 16 provinsi dengan target penyaluran 52,4 ribu ton. Harga ditetapkan Rp5.000 per kg di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 di tingkat peternak, dengan subsidi Rp 78,6 miliar dari NFA.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta Bulog terus berinovasi agar serapan jagung meningkat dan petani terbantu.

“Spesifikasi panen yang belum sesuai harus dicarikan solusinya. Produksi 2,8 juta ton di kuartal ketiga harus memberi manfaat nyata bagi petani,” ujarnya dikutip dari https://badanpangan.go.id/ (9/10).

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan komitmen Polri dalam mendukung penguatan stok jagung. Hingga 6 Oktober, Bulog telah menyerap 82.413 ton jagung, tertinggi dalam sembilan tahun terakhir, termasuk 1.268 ton hasil kerja sama dengan Polri.

(Noni Octavia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....