Badan Pangan Nasional Bersama Pemda Stabilkan Harga Cabai

  • 25 Sep 2025 16:02 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Badan Pangan Nasional (NFA) bersama pemerintah daerah melakukan langkah sinergi untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai merah keriting (CMK). Saat ini, harga rata-rata CMK di tingkat produsen maupun konsumen tercatat berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) produsen dan Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen.

Berdasarkan data NFA per 23 September 2025, harga CMK di produsen mencapai Rp 51.662 per kilogram, sementara di konsumen menembus Rp 60.767 per kilogram. Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan kondisi ini dipengaruhi curah hujan tinggi, angin kencang, hingga peralihan pola tanam sebagian petani dari cabai merah keriting ke cabai rawit merah.

“Kondisi cabai merah keriting hari ini, seperti tren pada tahun sebelumnya, memang sedang berfluktuasi. Curah hujan masih cukup tinggi dan di beberapa tempat disertai angin kencang. Itu mempengaruhi tanaman sedulur petani cabai kita. Selain itu, sebagian petani beralih tanam cabai rawit merah sehingga pasokan berkurang dan harga naik,” kata Arief di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelar secara daring pada 23 September 2025, NFA bersama dinas pangan daerah dan pelaku usaha sepakat untuk mengoptimalkan sumber pasokan dari kantong-kantong produsen. Di antaranya, Provinsi Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan yang harga cabainya masih dalam rentang HAP produsen, yakni Rp 22.000 sampai Rp 29.600 per kilogram.

NFA mendorong pemerintah daerah segera mengaktifkan pola kerja sama antardaerah agar harga di tingkat petani tetap terjaga dan tidak jatuh di bawah HAP produsen. Hal ini penting karena data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) pada Agustus 2025 turun 6,21 persen menjadi 122,89, setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi empat tahun terakhir di level 131,04 pada Juli 2025.

Sebagai langkah tambahan, NFA mengimbau pemda bersama pelaku usaha memperkuat intervensi harga dengan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kedua program ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah fluktuasi yang diperkirakan berlangsung hingga sebulan ke depan.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....