Hari Teka-Teki Silang, Mengenang Sejarah Permainan Otak

  • 21 Des 2024 18:47 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Pada Tanggal 21 Desember 1913, Arthur Wynne, seorang jurnalis asal Liverpool, menciptakan permainan yang kini dikenal luas sebagai Teka-Teki Silang (TTS). Dikutip dari InspirasiNusantara.Id , Permainan ini pertama kali diterbitkan di majalah New York World dengan nama "word-cross". Teka-Teki Silang langsung mendapat sambutan positif dan kemudian berkembang pesat, menjadi salah satu permainan otak paling populer di dunia.

Di Indonesia, Teka-Teki Silang mulai dikenal pada akhir 1960-an, namun popularitasnya semakin meningkat pada Tahun 1970-an setelah Rumeli Moeshar mulai memuat karya-karyanya di harian Kompas pada 1968. Sejak saat itu, TTS menjadi hiburan yang digemari banyak orang, tak hanya sebagai sarana permainan, tetapi juga sebagai alat untuk melatih kemampuan berpikir dan memperkaya kosa kata.

Hari Teka-Teki Silang diperingati untuk mengenang perjalanan panjang permainan ini, yang hingga kini tetap menjadi bagian penting dalam kegiatan sehari-hari banyak orang. Selain mengasah otak, Teka-Teki Silang juga menghubungkan masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang, menawarkan tantangan yang menyenangkan sekaligus mendidik.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....