Kemkominfo Operasikan Sistem Peringatan Dini Bencana Melalui TV Digital
- 26 Sep 2024 13:14 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi mengoperasikan Sistem Informasi Bencana atau Early Warning System (EWS) melalui siaran televisi digital. Sistem ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang melibatkan kerjasama dengan Pemerintah Jepang melalui pengembangan Disaster Prevention Information System (DPIS). Sistem ini dirancang untuk mendukung penanggulangan bencana oleh kementerian dan lembaga terkait di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa layanan EWS TV Digital merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana alam.
"(EWS TV Digital) efektif untuk penyiaran hari ini sudah mulai beroperasi. Kita berharap bencana itu korbannya bisa diminimalisir, ini bagian dari perlindungan masyarakat, tanggungjawab negara terhadap masyarakat. Karena negara bertanggungjawab untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia," ujar Menkominfo.
Menkominfo menambahkan, masyarakat akan mendapatkan peringatan dini melalui siaran TV digital dan SMS Blast sesaat sebelum bencana terjadi, seperti gempa bumi dan tsunami.
"Jadi EWS pemberitahuannya sudah di seluruh Indonesia sehingga kalau ada bencana di suatu tempat atau lokasi terdampak akan segera diberitahu lewat TV Digital dan SMS Blast. Ini adalah bagian dari bagaimana mitigasi bencana,," jelasnya.
Dalam sesi uji coba yang dilakukan pada acara peresmian, Menkominfo menyaksikan simulasi sistem EWS TV Digital, yang menampilkan tiga level peringatan. Alarm berbunyi dengan tiga warna pemberitahuan di layar: biru untuk waspada, kuning untuk siaga, dan merah untuk awas.
"Saya sudah bicarakan (perwakilan pemerintah Jepang) kalau bisa alarm (informasi tanda bencana) itu berisik, terutama untuk yang kode merah. Karena kita tahu kalau jam dua pagi bunyi kecil orang tidak akan tergugah. Jadi harus dia berisik, apalagi untuk yang kode awas," kata Menkominfo.
Layanan EWS dan DPIS akan dioperasikan oleh lembaga yang terkait dengan kebencanaan, seperti BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) serta BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
"Kominfo bantu teknisnya, nanti yang (operasional sistem) dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) serta lembaga terkait lainnya," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menkominfo juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk penyelenggara multipleksing dan lembaga penyiaran yang mendukung implementasi sistem EWS di TV digital. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jepang, JICA Indonesia, dan NTT Data Japan atas hibah perangkat DPIS, yang diharapkan dapat mempermudah petugas dan relawan dalam menerima informasi bencana dengan cepat, tepat, dan terpercaya.
Menkominfo berharap sistem DPIS, EWS TV Digital, dan SMS Blast dapat meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi bencana.
"Saya harap Indonesia kedepannya lebih siap dalam menghadapi bencana, meningkatkan kesiap-siagaan dan respons yang cepat terhadap bencana, serta meminimalkan dampak korban yang ditimbulkan serta melindungi seluruh masyarakat dari kemungkinan terjadinya bencana," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....