Pamali: Kearifan Lokal dan Larangan Sosial di Indonesia
- 29 Des 2025 14:03 WIB
- Manado
KBRN, Manado : Pamali adalah istilah yang sangat dikenal dalam budaya Indonesia, terutama di masyarakat Sunda, Bugis, dan Jawa. Kata pamali merujuk pada larangan atau pantangan yang tidak boleh dilakukan karena diyakini membawa akibat buruk. Pamali bukan sekadar mitos, tetapi juga berfungsi sebagai aturan sosial yang menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai budaya.
Pamali biasanya diwariskan secara turun-temurun melalui cerita orang tua, petuah adat, atau tradisi lisan. Contoh pamali yang sering didengar misalnya larangan duduk di atas bantal karena dipercaya bisa menyebabkan bisul, atau larangan menyapu di malam hari karena dianggap mendatangkan kesialan. Walaupun terdengar sederhana, pamali memiliki makna mendalam sebagai bentuk pengendalian perilaku masyarakat agar lebih berhati-hati dan menghormati lingkungan sosial.
Menurut Jurnal Kansasi yang ditulis oleh Maria Mike Arniyati berjudul Adat Pamali Sebagai Cermin Kepercayaan dan Identitas Budaya Masyarakat Sekubang, pamali merupakan bagian penting dari kearifan lokal yang mengatur perilaku sosial dan menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara tokoh adat dan observasi, sehingga pamali dipandang sebagai identitas budaya yang memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Menurut Jurnal DEIKTIS yang ditulis oleh Andi Ima Kesuma berjudul Perubahan Sosial pada Budaya Pamali dengan Mitos dan Fakta dalam Masyarakat di Indonesia, pamali mengalami perubahan makna seiring perkembangan zaman. Sebagian pamali dianggap mitos, namun sebagian lain terbukti memiliki dasar rasional, misalnya larangan bermain di sungai saat malam hari yang sebenarnya bertujuan menjaga keselamatan anak-anak.
Menurut Jurnal JAMASAN yang ditulis oleh Sansan Sanjaya berjudul Implementation of Pamali Cultural Values as Social and Cultural Resilience of the Panjalu Society in Ciamis Regency, pamali berfungsi sebagai ketahanan sosial dan budaya. Tradisi pamali di Panjalu, Ciamis, menjadi aturan tak tertulis yang mengikat kehidupan masyarakat, sehingga mampu menjaga keteraturan dan identitas budaya lokal.
Pamali di Indonesia menunjukkan bahwa larangan tradisional bukan sekadar takhayul, melainkan cara masyarakat menjaga keselamatan, moral, dan keharmonisan hidup. Walaupun sebagian pamali kini dianggap tidak relevan, nilai-nilai yang terkandung tetap penting sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas bangsa.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....