Misteri Ungu Sebagai Warna Janda
- 28 Des 2025 10:18 WIB
- Manado
KBRN Manado : Warna ungu sering kali menimbulkan perdebatan di masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang menganggap ungu identik dengan "warna janda", yaitu perempuan yang sudah tidak memiliki suami. Pandangan ini muncul dari konstruksi sosial yang berkembang di masyarakat, meski sebenarnya secara filosofis dan historis warna ungu memiliki makna yang jauh berbeda.
Sejarah warna ungu sendiri sangat panjang. Di dunia Barat, ungu dikenal sebagai warna kebangsawanan karena sulitnya proses pembuatan pewarna ungu dari siput laut murex. Pada masa Romawi dan Bizantium, hanya kalangan bangsawan dan kaisar yang berhak mengenakan pakaian berwarna ungu. Hal ini menjadikan ungu sebagai simbol kekuasaan, kemewahan, dan spiritualitas. Namun, di Indonesia makna ungu bergeser menjadi simbol kesedihan dan kehilangan, sehingga melekat pada status sosial janda.
Menurut Jurnal Liputan6 dalam artikel Warna Ungu Identik dengan Janda? Ini Faktanya dijelaskan bahwa istilah "warna janda" tidak dikenal secara universal, melainkan hanya populer di Indonesia. Artikel tersebut menekankan bahwa ungu dianggap muram dan penuh duka, sehingga masyarakat mengaitkannya dengan perempuan yang kehilangan pasangan. Padahal, secara historis ungu justru melambangkan kemewahan dan kekuatan.
Menurut Jurnal Prokalteng yang berjudul Kenapa Ungu Disebut Warna Janda dijelaskan bahwa masyarakat Indonesia mengaitkan ungu dengan status janda karena dianggap sebagai warna yang melambangkan kesedihan dan kehilangan. Jurnal ini menekankan bahwa persepsi tersebut lebih merupakan konstruksi budaya lokal daripada makna universal warna. Penulis juga menyoroti bahwa ungu sebenarnya adalah perpaduan merah dan biru yang mencerminkan keseimbangan, ketenangan, dan kedalaman spiritual.
Selain itu menurut Radar Utara dijelaskan bahwa ungu disebut warna janda karena mencerminkan kesedihan perempuan yang ditinggalkan suaminya. Ungu dianggap sebagai simbol kehilangan dan duka, sehingga melekat pada status sosial janda di masyarakat. Artikel ini menekankan bahwa persepsi ini lebih banyak dipengaruhi oleh tradisi dan kebiasaan masyarakat daripada makna filosofis warna itu sendiri.
Dengan demikian, penyebutan ungu sebagai "warna janda" lebih merupakan konstruksi budaya Indonesia yang mengaitkan warna dengan emosi dan status sosial. Secara historis, ungu justru melambangkan kemewahan, kebangsawanan, dan spiritualitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa makna warna sangat bergantung pada konteks budaya dan persepsi masyarakat.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....