Winongos, Kuliner Tradisional Minahasa Sederhana namun Istimewa

  • 17 Jul 2024 06:26 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Dalam keanekaragaman kuliner Nusantara, Sulawesi Utara menyimpan harta kuliner yang kaya akan cita rasa dan tradisi. Salah satunya Winongos, hidangan kesederhanaan yang menggabungkan bahan-bahan alami dengan bumbu tradisional.

Dilansir dari budayaIndonesia.org, Winongos berasal dari bahasa Tontemboan, sub-etnik Minahasa, wongos berarti : layu. Dalam hal ini layu karena dimasak atau karena dibungkus dengan sesuatu benda atau karena proses alam. Prosesnya baik karena dikerjakan oleh alam maupun juga oleh buatan tangan manusia. Dari kata dasar wongos yang artinya layu, kemudian mendapat sisipan in yang berarti dibuat menjadi.

Hidangan ini biasanya terbuat dari daun-daun seperti daun gedi dan daun pepaya muda, yang diolah bersama bumbu rempah-rempah.

Proses memasak Winongos bisa dilakukan dengan cara dimasak dalam bambu yang memberikan aroma khas atau menggunakan panic/belanga. Namun metode memasak dalam bambu lebih popular, terutama ketika berada dalam acara-acara khusus yang mengedepankan tradisi dan cita rasa otentik.

Bumbu yang digunakan dalam Winongos meliputi bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, cabai, dan terkadang kemiri. Semua bumbu ini dihaluskan dan dicampur dengan rempah-rempah daun sebelum dimasak, menghasilkan hidangan dengan rasa yang kaya dan kompleks. Winongos juga memiliki tekstur lembut berkat daun gedi yang dimasak hingga empuk.

Selain versi vegetarian, ada variasi Winongos yang menambahkan bahan seperti ikan atau daging untuk meningkatkan rasa dan kandungan proteinnya. Namun, versi vegetarian yang hanya menggunakan daun dan bumbu tetap sangat populer.

Winongos adalah contoh sempurna dari kuliner tradisional Sulawesi Utara yang memanfaatkan bahan-bahan alami dan teknik memasak tradisional untuk menciptakan hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga sehat.

(Vany Johanis)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....