Raih Tubuh Sehat dengan Intermittent Fasting

  • 20 Jun 2026 22:05 WIB
  •  Manado

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Manado – Diet intermittent fasting (IF) atau yang dikenal sebagai diet puasa menjadi salah satu metode yang semakin populer untuk menjaga kesehatan dan mencapai berat badan ideal. Metode ini mengatur pola makan dengan menerapkan periode puasa selama waktu tertentu, namun tetap memperbolehkan konsumsi minuman tanpa kalori seperti air putih, kopi hitam, atau teh tanpa gula.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesiakemkes.go.id intermittent fasting merupakan pola makan yang berfokus pada pengaturan waktu makan dan waktu berpuasa, bukan pada pembatasan jenis makanan tertentu. Dalam praktiknya, seseorang dapat menentukan sendiri jadwal puasa dan durasi waktu makan sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.

Salah satu metode yang paling banyak diterapkan adalah puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam. Meski demikian, durasi tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Pola makan yang tidak teratur, seperti sering makan di luar jam makan atau melewatkan waktu makan, dapat berdampak pada kesehatan. Intermittent fasting dinilai mampu membantu membentuk kebiasaan makan yang lebih teratur sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.

Selain itu, metode ini dipercaya membantu tubuh mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol. Saat berpuasa, tubuh akan lebih efektif membakar cadangan lemak sebagai sumber energi, sementara sensitivitas hormon insulin terhadap makanan juga meningkat.

Berikut beberapa manfaat utama intermittent fasting bagi kesehatan:

  1. Mengurangi Lemak Tubuh
    Pengaturan jadwal makan dan puasa dapat mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Kondisi ini mendorong tubuh membakar cadangan lemak sebagai sumber energi sehingga membantu menurunkan lemak tubuh.
  2. Mencegah Inflamasi
    Inflamasi atau peradangan kronis diketahui menjadi pemicu berbagai penyakit. Dengan pola makan yang lebih teratur, intermittent fasting dapat membantu mengurangi risiko terjadinya peradangan dalam tubuh.
  3. Menurunkan Resistensi Insulin
    Puasa diketahui dapat membantu menurunkan kadar gula darah sekitar 3–6 persen dan kadar insulin hingga 20–30 persen. Kondisi ini berpotensi menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.
  4. Menjaga Kesehatan Jantung
    Intermittent fasting juga dapat membantu mengontrol kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, sehingga berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  5. Berpotensi Mencegah Kanker
    Pembatasan waktu makan dapat menghambat perkembangan sel-sel abnormal dalam tubuh. Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
  6. Membantu Proses Detoksifikasi Tubuh

    Saat berpuasa, tubuh mengalami proses autophagy, yaitu mekanisme alami yang membantu membersihkan sel-sel rusak, tidak normal, atau mengandung racun untuk kemudian didaur ulang menjadi sumber energi.

    Dengan berbagai manfaat tersebut, intermittent fasting menjadi salah satu pilihan gaya hidup sehat yang dapat diterapkan masyarakat. Meski demikian, metode ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing dan diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang.

    (Sumber:kemkes.go.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....