Lemet Jajanan Tradisional Tetap Bertahan di era Modernisasi
- 03 Mei 2026 07:09 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Di tengah maraknya kue modern dan dessert kekinian, kue tradisional seperti lemet singkong tetap punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Lemet dikenal sebagai jajanan sederhana berbahan dasar ubi kayu (singkong) yang dipadukan dengan gula merah dan santan, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. Aroma khas daun pisang yang berpadu dengan manisnya gula merah menciptakan cita rasa yang autentik dan sulit tergantikan.
Dikutip dari laman id.wikipedia.org Secara historis, lemet merupakan bagian dari kuliner rumahan masyarakat Jawa dan beberapa daerah lain di Nusantara. Makanan ini sering dibuat sebagai camilan keluarga atau sajian saat acara tradisional. Selain mudah dibuat, bahan-bahannya pun sangat terjangkau, menjadikannya simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil bumi sederhana menjadi hidangan lezat.
Resep Kue Lemet Ubi Kayu (Singkong)
Bahan-bahan:
- 500 gram singkong (parut halus)
- 150 gram gula merah (serut)
- 2 sdm gula pasir (opsional)
- 1/2 sdt garam
- 100 ml santan
- Daun pisang secukupnya
Cara Membuat:
- Parut singkong, lalu peras sedikit airnya.
- Campurkan dengan gula merah, gula pasir, garam, dan santan.
- Aduk hingga rata menjadi adonan.
- Bungkus dengan daun pisang yang sudah dilayukan.
- Kukus selama 40–50 menit hingga matang.
- Angkat dan sajikan.
Nilai Gizi dan Keunggulan Lemet
Dilansir dari laman hellosehat.com Singkong sebagai bahan utama lemet mengandung karbohidrat tinggi yang dapat menjadi sumber energi. Selain itu, gula merah memiliki kandungan mineral seperti zat besi dan kalsium dalam jumlah tertentu. Dibandingkan jajanan modern yang banyak mengandung pengawet, lemet tergolong lebih alami karena dibuat dari bahan segar tanpa tambahan zat kimia.
Menariknya, tren makanan tradisional kini mulai naik kembali, terutama karena banyak orang mencari makanan yang lebih “rumahan”, alami, dan bernuansa nostalgia. Lemet pun punya peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk kuliner modern tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....