Maternal Perluas Ruang ke Dunia F&B
- 26 Apr 2026 00:42 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Setelah dikenal lewat Balcony Showcase, Maternal Disaster mulai membuka bab baru. Mereka masuk ke ranah F&B lewat Maternal Cafe & Records di Bandung.
Langkah ini bukan sekadar tambah lini bisnis. Ini strategi memperluas pengalaman brand. Dikutip dari unggahan resmi @maternal_disaster dan @maternal_cafe, cafe ini dirancang sebagai ruang yang menggabungkan kopi, makanan, dan kultur kolektif yang sudah lama dibangun Maternal. Jadi yang dijual bukan cuma menu, tapi suasana dan identitas.
Di dalamnya, kamu tidak hanya duduk dan minum kopi. Ada koleksi rilisan fisik musik, mainan, buku, dan objek hobi lain yang jadi bagian dari ruang. Dikutip dari pendekatan retail experience oleh Harvard Business Review, brand yang kuat hari ini tidak hanya menjual produk, tapi menciptakan pengalaman multisensori agar pengunjung punya alasan untuk datang dan kembali. Maternal menerapkan ini dengan cukup konsisten. Mereka membangun ruang yang terasa seperti perpanjangan dari dunia visual dan komunitas yang sudah mereka punya.
Pilihan Bandung juga bukan tanpa alasan. Data dari laporan ekonomi kreatif oleh UNESCO menunjukkan kota dengan ekosistem kreatif kuat cenderung jadi pusat eksperimen brand lintas sektor. Bandung punya basis komunitas musik, seni, dan fashion yang solid. Ini membuat konsep seperti cafe berbasis koleksi dan kultur punya peluang lebih besar untuk hidup. Dengan menghadirkan salah satu koleksi hobi yang cukup lengkap, Maternal mencoba mengisi celah antara retail, galeri, dan ruang nongkrong.
Namun pendekatan ini tetap perlu diuji. Menggabungkan fashion, musik, dan F&B butuh konsistensi tinggi agar tidak jadi sekadar gimmick. Identitas visual seperti logo huruf M dengan pedang memang kuat, tapi daya tahan bisnis tetap bergantung pada repeat customer dan kualitas produk. Data dari McKinsey tentang experiential retail menunjukkan bahwa konsep unik hanya bertahan jika didukung layanan dan kualitas yang stabil. Maternal sudah punya fondasi brand. Sekarang tantangannya menjaga relevansi di luar hype pembukaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....