Belut, Sumber Protein Tinggi Baik untuk Semua Usia

  • 11 Jan 2026 15:25 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Belut merupakan salah satu jenis ikan yang kaya akan nutrisi dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Hewan air yang bentuknya menyerupai ular ini banyak dikonsumsi di berbagai negara, termasuk Indonesia, Jepang, hingga beberapa negara Eropa, baik yang berasal dari air tawar maupun air laut.

Dikutip dari berbagai sumber, termasuk laman polri.go.id belut mengandung makronutrisi penting seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Selain itu, belut juga diperkaya dengan vitamin A, D, E, B12, vitamin B kompleks, vitamin C, serta mineral penting seperti zat besi, kalsium, fosfor, zinc, selenium, dan asam folat.

Dalam setiap 100 gram belut, terkandung sekitar 18,5 gram protein, jumlah yang hampir setara dengan kandungan protein pada ikan. Kandungan gizi tersebut menjadikan belut sebagai sumber protein hewani yang baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Salah satu manfaat utama belut adalah membantu menambah energi dan stamina tubuh. Kandungan proteinnya yang tinggi membuat belut cocok dikonsumsi sebagai lauk pendamping nasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari agar tubuh tidak mudah lelah.

Selain itu, kombinasi protein, selenium, zinc, serta vitamin A, D, dan E dalam belut berperan penting dalam memperkuat daya tahan tubuh. Dengan sistem imun yang kuat, tubuh menjadi lebih terlindungi dari serangan infeksi bakteri maupun virus.

Belut juga dikenal sebagai sumber vitamin A yang sangat baik. Dalam 100 gram belut, terdapat sekitar 3.500 IU vitamin A, jumlah yang bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa buah yang dikenal kaya vitamin A. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan mata serta mencegah gangguan penglihatan seperti rabun senja dan penyakit retina.

Manfaat lainnya adalah membantu memperkuat tulang dan gigi. Kandungan vitamin D, kalsium, fosfor, dan protein dalam belut dapat membantu menurunkan risiko osteoporosis dan menjaga kekuatan gigi, terutama jika diimbangi dengan aktivitas fisik yang rutin.

Belut juga bermanfaat dalam mencegah anemia. Kandungan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah, sehingga membantu menjaga jumlah darah tetap optimal.

Tak kalah penting, belut mengandung omega-3 dan kolin yang bermanfaat untuk kesehatan otak dan jantung. Nutrisi ini dapat membantu melancarkan aliran darah ke otak, meningkatkan daya ingat, serta menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif seperti demensia.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi belut tetap perlu dibatasi. Disarankan untuk tidak mengonsumsi belut lebih dari tiga porsi per minggu, terutama belut laut, karena berpotensi mengandung merkuri yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Dengan kandungan gizinya yang melimpah, belut tetap menjadi pilihan makanan bergizi yang dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga ibu hamil dan menyusui, selama dikonsumsi secara bijak dan seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....