Apa Itu Century Egg?
- 05 Jul 2025 04:27 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Century egg, juga dikenal sebagai preserved egg, thousand‑year egg, atau pine‑flower egg, merupakan telur bebek, ayam, atau puyuh yang diawetkan dalam campuran alkali berupa tanah liat, abu kayu, garam, kapur tohor, dan sekam padi selama beberapa minggu hingga beberapa bulan . Proses ini menaikkan pH telur hingga 9–12, sehingga putih telur menjadi gel bening kecokelatan dan kuningnya berubah menjadi hijau keabu‑abuan dengan aroma khas belerang dan amonia.
Sejarah & Asal‑Usul
Sebagaimana dikutip dari disgustingfoodmuseum.com Awal mula century egg diperkirakan muncul sekitar 600 tahun lalu pada era Dinasti Ming di Hunan. Konon ditemukan secara tidak sengaja oleh petani yang meninggalkan telur dalam sisa kapur atau tanah liat saat membangun rumah . Terdapat pula legenda lokal seperti telur “pine‑patterned egg” bernama Songhua karena motif kristal menyerupai bunga pinus .
Proses Pembuatannya
- Cara tradisional: telur dibungkus campuran abu kayu, kapur tohor, garam, teh, dan sekam, kemudian dikubur selama beberapa minggu hingga beberapa bulan .
- Metode modern: menggunakan larutan garam, natrium hidroksida (lye), dan natrium karbonat untuk mempercepat proses, cukup dalam 10 hari–sebulan .
- Keselamatan pangan: industri kini mengganti zat berbahaya seperti timbal oksida dengan seng oksida demi keamanan konsumsi.
Konsumsi dan Kegunaan Kuliner
Century egg bisa dimakan langsung setelah dikupas dan dibilas, atau dijadikan bahan dalam berbagai hidangan tradisional, misalnya:
- Congee: bubur dengan potongan century egg + daging babi.
- Topping: di atas tahu dingin, diberi kecap, minyak wijen, dan bawang sebagai cold dish.
- Salad & tumis: seperti salad century egg serius eats dan tumis sayuran versi Taiwan atau Thailand .
Manfaat & Risiko Kesehatan
Manfaat:
- Sumber vitamin B12, asam amino, dan protein yang baik .
- Studi hewan menunjukkan potensi menurunkan LDL (kolesterol jahat), membantu kesehatan jantung, serta mengurangi peradangan dan sel kanker tertentu .
Risiko:
- Kandungan kolesterol tinggi (~450 mg per 100 g yolk) dan kadar garam tinggi, perlu dikonsumsi secukupnya .
- Potensi kontaminasi logam berat (lead, arsenik) jika proses produksi tidak higienis—diharapkan produsen mencantumkan label “lead-free”.
Mengapa Aman Dimakan?
Beberapa budaya membedakan fermentasi dan pembusukan; century egg merupakan proses alkalisasi yang terkontrol, sehingga aman selama dibuat dengan bahan dan proses bersih.
Tren & Pengalaman Terbaru
Artikel terbaru dari Eater (Apr 2025) menyoroti tren membuat century egg secara rumahan—menggunakan brine alkali dan fermentasi 2 bulan. Pengalaman DIY memberi apresiasi mendalam terhadap tekstur dan motif kristal unik.
Kesimpulan
Century egg adalah warisan kuliner Tionghoa berusia ratusan tahun, transformasi kimia yang menghasilkan putih gel bening dan kuning hijau krimi dengan rasa kuat dan aroma belerang. Meski kaya manfaat gizi, konsumsinya sebaiknya bijaksana karena kandungan kolesterol dan garam. Tingkat keamanan bergantung pada metode pembuatannya—hindari produk yang menggunakan bahan terlarang seperti timbal.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....