Martabak: Dari Fenomena GoFood Hingga Tren Nostalgia Kekinian
- 18 Jun 2025 05:07 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Martabak kembali menarik perhatian publik dengan sejumlah tren baru yang memadukan inovasi dan sentuhan nostalgia. Simak ulasannya:
1. Martabak Jadi Camilan Terfavorit di GoFood
Sebagaimana dikutip goodnewsfromindonesia.id Menurut survei terbaru, tepatnya di awal 2025, martabak menduduki posisi sebagai camilan paling banyak dipesan lintas generasi melalui GoFood, melampaui kopi dan kudapan lainnya.
Hal ini menunjukkan betapa populernya martabak, tidak hanya sebagai makanan malam tetapi juga sebagai kesenangan 'on-demand'.
2. Gelombang “Martabak Jadul” Viral
Varian martabak klasik ala 80‑an—dengan topping sederhana seperti meses, keju parut, dan susu kental manis—sedang digandrungi oleh generasi tua yang ingin bernostalgia, sekaligus menarik minat Gen Z lewat video TikTok dan kuliner ASMR.
3. Pro dan Kontra: Martabak Telur Disantap dengan Nasi
Tren unik muncul di media sosial: beberapa orang menikmati martabak telur dengan sepiring nasi. Namun, hal ini menimbulkan perdebatan soal kelas sosial, karena dianggap melambangkan ketidakseimbangan ekonomi

Latar Belakang & Sejarah Singkat
Martabak bermula dari kuliner “mutabbaq” yang dibawa dari Timur Tengah dan India, sebelum berkembang menjadi dua varian utama: martabak telur dan martabak manis (alias terang bulan)
Martabak telur: diadaptasi oleh perantau di Tegal dan daerah Jawa Tengah, dikenal kaya rempah dan daging.
Martabak manis: berasal dari Bangka Belitung, dibuat oleh komunitas Tionghoa (Hok Lo Pan), dengan adonan kenyal dan topping gula serta wijen; kini inovasinya berkembang hingga menggunakan Nutella, green tea, hingga red velvet.
Mengapa Martabak Terus Eksis?
Inovasi Tak Pernah Padam
Dari topping esotik seperti bolognaise hingga salmon dan rasa 16 topping seperti yang ditawarkan Martabak Gokil, variasi terus bertumbuh.
Nostalgia yang Menyentuh Jiwa
Generasi lama merasa terhubung kembali dengan rasa masa kecil melalui martabak jadul, sementara generasi muda penasaran dengan 'vibe' klasik tersebut.
Aksesibilitas Modern
Kemudahan memesan via GoFood mendorong martabak tetap menjadi camilan favorit, bahkan di rumah.
Kesimpulan
Martabak bukan sekadar jajanan; ia adalah simbol budaya yang terus berevolusi—dari cita rasa tradisional hingga trend modern dan digital. Popularitasnya yang konsisten di era pesan-antar dan media sosial menunjukkan betapa martabak dapat menjembatani generasi, rasa, dan kisah sosial.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....