Sejarah Wingko Babat: Kue Khas Lamongan yang Mendunia

  • 27 Des 2024 19:00 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Wingko Babat kue tradisional yang terbuat dari kelapa muda, tepung ketan, dan gula, dikenal sebagai makanan khas Lamongan, Jawa Timur. Dirangkum dari goodnewsfromindonesia.id, Asal-usulnya dimulai pada awal abad ke-20, ketika Loe Soe Siang, seorang keturunan Tiongkok, pertama kali membuat wingko sebagai komoditas di Lamongan sekitar tahun 1900-an.

Namun, perjalanan Wingko ini berlanjut ke Semarang. Pada 1944, karena situasi yang tidak aman setelah kekalahan Jepang, keturunan Loe Soe Siang, Loe Lan Hwa, beserta suami dan dua anaknya pindah ke Semarang. Di kota ini, mereka mulai menjual Wingko dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah dan menitipkannya di kios sekitar stasiun dan terminal. Keunikan dan rasa wingko yang gurih membuat kue ini cepat populer di Semarang, hingga akhirnya dikenal sebagai oleh-oleh khas kota tersebut.

Untuk mengenang kampung halamannya di Lamongan, Loe Lan Hwa memberi nama “Wingko Babat,” dengan "Babat" merujuk pada daerah asalnya. Sejak saat itu, wingko Babat pun menjadi ikon kuliner Semarang, meskipun asal-usulnya dari Lamongan.

Hingga kini, resep asli Wingko Babat yang diciptakan oleh Loe Soe Siang tetap dipertahankan di Pabrik Wingko Loe Lan Ing, yang dikelola oleh generasi keempat keluarga tersebut. Tak hanya rasa kelapa tradisional, sekarang Wingko tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti durian, keju, pisang, cokelat, dan moka, menjadikannya semakin digemari oleh berbagai kalangan.

Wingko Babat kini tidak hanya terkenal di Semarang, tetapi telah menjadi salah satu oleh-oleh khas Indonesia yang melegenda.

(Rizla Hidayat Posumah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....