Kenali Faktor Risiko Penyakit Jantung sejak Dini

  • 06 Okt 2026 21:43 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Penyakit jantung masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius.Dikutip dari laman www.who.int Penyakit kardiovaskular mencakup berbagai gangguan pada jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Mengenali faktor risikonya sejak dini penting dilakukan agar langkah pencegahan dapat dimulai sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Salah satu faktor risiko utama adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga seseorang dapat mengalaminya tanpa menyadarinya. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan.

Dilansir juga dari laman www.cdc.gov Kadar kolesterol yang tidak sehat juga perlu diperhatikan. Kolesterol LDL yang tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di dalam pembuluh darah. Seiring waktu, kondisi tersebut dapat mempersempit atau menyumbat aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke. Pemeriksaan kadar kolesterol dapat membantu mengetahui kondisi tersebut.

Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko lain yang penting. Zat kimia dalam asap rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Risiko tersebut tidak hanya berkaitan dengan perokok aktif, tetapi juga paparan asap rokok dari lingkungan. Berhenti merokok merupakan salah satu langkah penting untuk membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin membantu menjaga kebugaran, berat badan dan sejumlah faktor risiko kardiovaskular. Jalan kaki, bersepeda, berenang atau aktivitas fisik lainnya dapat menjadi pilihan, dengan intensitas yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Pola makan juga memiliki peran dalam menjaga kesehatan jantung. Konsumsi makanan yang tinggi garam, gula dan lemak jenuh secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap berbagai faktor risiko penyakit tidak menular. Sebaliknya, pola makan yang lebih sehat dengan mengutamakan makanan bergizi, sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan sumber protein yang baik dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

Kelebihan berat badan dan obesitas juga berkaitan dengan meningkatnya risiko sejumlah penyakit, termasuk penyakit jantung. Berat badan yang berlebih dapat berhubungan dengan tekanan darah tinggi, diabetes dan gangguan kadar lemak darah. Menjaga berat badan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan.

Selain faktor gaya hidup, usia, riwayat keluarga dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi risiko penyakit jantung. Faktor-faktor tersebut tidak semuanya dapat diubah, tetapi mengetahui adanya risiko dapat membantu seseorang lebih waspada dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pencegahan penyakit jantung sebaiknya dimulai sedini mungkin. Tidak merokok, aktif bergerak, menjaga pola makan, mengontrol tekanan darah, memantau kadar kolesterol dan gula darah, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Pada akhirnya, mengenali faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit jantung. Namun, semakin dini faktor risiko diketahui, semakin besar kesempatan untuk melakukan perubahan dan mendapatkan penanganan yang tepat. Menjaga kesehatan jantung merupakan investasi jangka panjang agar tubuh tetap aktif dan produktif hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....