Penyakit Arteri Perifer Mulai Menyerang Usia Muda
- 03 Okt 2026 21:16 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Penyakit arteri perifer yang menyebabkan gangguan aliran darah ke kaki tidak lagi hanya ditemukan pada kelompok lanjut usia. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSJPD Harapan Kita, dr. Ruth Grace Aurora, Sp.JP, mengatakan perubahan gaya hidup membuat penyakit tersebut mulai ditemukan pada usia lebih muda.
“Sekarang seiring lifestyle yang sudah berubah, penyakit arteri perifer bisa kita jumpai di usia yang lebih dini,” ujar Ruth dalam Talk Show Keluarga Sehat Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, sejumlah faktor risiko penyakit arteri perifer serupa dengan penyakit jantung koroner, antara lain kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, serta faktor genetik. Pada kelompok tertentu, penyakit autoimun dan gangguan pembekuan darah juga dapat menjadi faktor risiko.
Salah satu gejala yang perlu diperhatikan adalah nyeri kaki yang muncul saat berjalan atau beraktivitas dan kemudian mereda ketika beristirahat. Keluhan dapat berkembang menjadi kaki terasa dingin, berkurangnya sensasi pada ujung jari, perubahan warna kulit, hingga luka yang sulit sembuh.
“Kalau dia jalan, keluhan nyerinya makin nyata. Tapi kalau dia beristirahat, keluhan kakinya mereda,” kata Ruth.
Ia menyebut diabetes sebagai salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian. Pada pasien diabetes, pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) dapat dilakukan untuk membantu mendeteksi adanya penyempitan pembuluh darah perifer. Jika hasil ABI di bawah 0,9, pasien perlu mendapat evaluasi lebih lanjut oleh dokter.
Ruth mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap kesemutan atau nyeri kaki sebagai gangguan biasa, terutama jika keluhan berulang dan disertai faktor risiko. Pemeriksaan lebih awal diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan berasal dari pembuluh darah, saraf, atau otot.
“Lebih awal lebih baik, untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan di pembuluh darah kakinya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....