Benarkah Hand Dryer di Mal Bisa Menyebarkan Kuman?

  • 04 Okt 2026 20:34 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID,Manado - Penggunaan hand dryer atau pengering tangan elektrik di pusat perbelanjaan (mal) menjadi pilihan praktis bagi banyak pengunjung setelah mencuci tangan. Alat ini dinilai lebih mudah digunakan dibandingkan tisu. Namun, di balik kepraktisannya, penggunaan hand dryer juga memiliki sejumlah risiko terhadap kebersihan dan kesehatan.

Dari laman American Journal of Infection Control (2022). Salah satu kekhawatiran utama adalah kemungkinan penyebaran mikroorganisme melalui udara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis pengering tangan tertentu dapat menyebarkan partikel dan mikroorganisme dari udara maupun lingkungan sekitar ke permukaan tangan.

1.Berpotensi menyebarkan bakteri

Penggunaan hand dryer, terutama yang menggunakan semburan udara berkecepatan tinggi, berpotensi menyebarkan bakteri dari tangan atau lingkungan toilet ke udara dan permukaan di sekitarnya.

Jika toilet umum memiliki tingkat kebersihan yang kurang baik, udara yang digunakan oleh alat pengering dapat mengandung partikel yang berpotensi membawa mikroorganisme.

Namun, keberadaan bakteri tidak selalu berarti seseorang akan langsung mengalami infeksi. Risiko penularan bergantung pada jenis mikroorganisme, jumlahnya, serta kondisi lingkungan.

2.Dapat menyebarkan partikel di udara

Beberapa penelitian menemukan bahwa pengering tangan berkecepatan tinggi dapat menghasilkan percikan air dan menyebarkan partikel ke lingkungan sekitar.

Partikel tersebut dapat berasal dari air yang tersisa di tangan setelah mencuci tangan. Jika air mengandung mikroorganisme, partikel yang tersebar berpotensi membawa mikroorganisme tersebut.

Karena itu, kebersihan toilet dan perawatan alat pengering tangan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko penyebaran kuman.

3.Berpotensi mengurangi kebersihan tangan

Penelitian yang dilakukan di delapan pusat perbelanjaan di Ankara, Turki, dan diterbitkan dalam American Journal of Infection Control pada 2022, menemukan adanya bakteri pada bagian keluaran udara pengering tangan.

Penelitian tersebut juga menemukan jumlah bakteri yang lebih tinggi pada alat pengering tanpa filter dibandingkan alat yang menggunakan filter. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi dan pemeliharaan alat turut memengaruhi kebersihan tangan.

4.Membutuhkan wakru lebih lama untuk mengeringkan tangan

Beberapa jenis hand dryer membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeringkan tangan dibandingkan penggunaan tisu. Jika tangan masih basah setelah proses pengeringan, kebersihan tangan belum optimal.

Tangan yang masih basah lebih mudah memindahkan mikroorganisme melalui sentuhan pada benda atau permukaan lain.

Cara mengurangi resiko penggunaan Hand Dryer

Untuk menjaga kebersihan tangan setelah menggunakan toilet umum, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.
  • Mengeringkan tangan hingga benar-benar kering.
  • Menggunakan tisu sekali pakai jika tersedia dan membuangnya ke tempat sampah.
  • Menghindari menyentuh permukaan yang kotor setelah mencuci tangan.
  • Memastikan tangan tidak kembali terkontaminasi saat keluar dari toilet.

Kesimpulan penggunaan hand dryer di mal memang praktis, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa alat tersebut berpotensi menyebarkan mikroorganisme, terutama jika tidak dirawat dengan baik. Meski demikian, bukti ilmiah mengenai risiko infeksi langsung pada manusia masih terbatas dan hasil penelitian tentang metode pengeringan tangan masih beragam.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu langsung takut menggunakan hand dryer. Hal terpenting adalah mencuci tangan dengan benar dan memastikan tangan benar-benar kering setelahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....