Studi Baru Ungkap Bayi Perempuan Lebih Tertarik pada Wajah sejak Lahir

  • 21 Sep 2026 22:29 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Pengujian melibatkan 130 bayi yang dilakukan di Rumah Sakit Rosie, Cambridge.
  • Studi ini dipimpin oleh Yumnah Khan, seorang mahasiswa PhD di Autism Research Centre, University of Cambridge.
  • Penelitian lanjutan diharapkan dapat membuka jalan untuk memahami mengapa kondisi seperti autisme dan ADHD lebih sering didiagnosis pada laki-laki, sementara kecemasan dan depresi lebih umum pada perempuan.

RRI.co.id, Manado - Perdebatan panjang mengenai faktor nature (biologis) versus nurture (lingkungan) dalam menentukan perbedaan perilaku antara perempuan dan laki-laki kembali mencuat. Sebuah studi terbaru yang melibatkan kelompok bayi baru lahir menunjukkan adanya perbedaan ketertarikan visual yang dipicu oleh faktor biologis sejak hari pertama kehidupan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Biology of Sex Differences, para peneliti menguji bayi berusia antara delapan jam hingga tiga hari yang didudukkan di pangkuan orang tua mereka sambil mengamati layar komputer. Layar tersebut menampilkan video berdampingan antara wajah seorang wanita muda dan mainan Newton's cradle yang bergerak.

Berikut adalah beberapa sorotan penting dari hasil penelitian tersebut:

  • Fokus Perhatian: Baik bayi laki-laki maupun perempuan sama-sama menunjukkan ketertarikan pada video wajah wanita, namun bayi perempuan menghabiskan proporsi waktu yang jauh lebih lama untuk memerhatikan wajah dibandingkan bayi laki-laki.
  • Faktor Biologis: Karena bayi-bayi tersebut baru berusia sekitar satu hari, para peneliti meyakini bahwa perbedaan ini tidak didorong oleh faktor budaya atau pengalaman sosial, melainkan faktor biologis seperti genetika dan paparan hormon testosteron di dalam rahim.
  • Variasi Antar Kelompok: Peneliti dari Autism Research Centre, Universitas Cambridge, menekankan bahwa temuan ini merupakan perbedaan rata-rata antar kelompok, sehingga tidak berlaku secara mutlak pada setiap individu anak.

Meskipun perbedaan kecil saat lahir ini tidak serta-merta menentukan keseluruhan proses tumbuh kembang anak, para peneliti menduga hal tersebut dapat berperan dalam tren perkembangan selanjutnya, seperti mengapa anak perempuan cenderung belajar berbicara dan menguasai keterampilan sosial di usia yang lebih dini.

Ke depannya, tim peneliti Cambridge juga berencana untuk mengeksplorasi apakah perbedaan halus sejak lahir ini memiliki kaitan dengan tingkat kerentanan seseorang terhadap kondisi neurodevelopmental dan psikiatris tertentu, seperti autisme atau kecemasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....