Buta Warna Bisa Dideteksi sejak Usia Lima Tahun
- 18 Sep 2026 10:23 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Buta warna pada anak sering kali baru diketahui ketika memasuki usia sekolah. Padahal, pemeriksaan untuk mendeteksi gangguan penglihatan warna sudah dapat dilakukan sejak anak berusia sekitar lima tahun, selama anak mampu mengikuti pemeriksaan.
Dokter Spesialis Mata, dr. Rusti Hanindya Sari, Sp.M(K), mengatakan gangguan warna bawaan paling banyak berkaitan dengan kelainan pada kromosom X dan lebih sering ditemukan pada laki-laki.
“Kalau misalnya anaknya sudah kooperatif, umur lima tahun itu sudah relatif bisa sebetulnya. Anak-anak TK sebetulnya sudah mulai bisa untuk dimintakan untuk lihat,” ujar Rusti.
Menurutnya, gangguan warna bawaan dapat berupa buta warna parsial maupun total. Pada kondisi parsial, gangguan yang paling umum berkaitan dengan kemampuan membedakan warna merah dan hijau.
Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan tes Ishihara. Anak yang belum mengenal angka tetap dapat diperiksa dengan cara menunjukkan alur atau bentuk yang terlihat pada lembar pemeriksaan.
Rusti menjelaskan, orang tua juga dapat memperhatikan kemampuan anak dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika berhadapan dengan gradasi warna.
“Kalau sekarang anak-anak kalau mewarnai itu banyak gradasinya, kita lihat dia cukup baik untuk membuat suatu gradasi nggak,” katanya.
Ia menambahkan, kesadaran orang tua terhadap riwayat gangguan warna dalam keluarga juga penting. Informasi tersebut dapat menjadi perhatian awal untuk melihat kemungkinan gangguan warna pada anak.
Deteksi sejak dini dinilai membantu orang tua memahami kondisi penglihatan anak, termasuk ketika menentukan kegiatan belajar maupun pilihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan penglihatannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....