Insecure: ketika Rasa Tidak Percaya Diri Menguasai Diri

  • 14 Sep 2026 22:38 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pernah merasa diri sendiri tidak cukup baik, kurang menarik, kurang pintar, atau selalu merasa tertinggal dibandingkan orang lain? Perasaan seperti ini sering disebut sebagai insecure atau rasa tidak aman terhadap diri sendiri. Sebagaimana dikutip dari laman www.nhs.uk/ Insecure sebenarnya merupakan pengalaman yang bisa dialami siapa saja. Namun, ketika perasaan tersebut berlangsung terus-menerus dan memengaruhi cara seseorang melihat dirinya, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari, hal itu perlu mendapat perhatian. Rendahnya harga diri dapat membuat seseorang memandang dirinya secara lebih negatif dan merasa kurang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan insecure?

Dilansir dari laman dictionary.apa.org Insecure bukan sekadar merasa malu atau gugup sesaat. Perasaan ini dapat muncul ketika seseorang memiliki keraguan terhadap kemampuan, penampilan, pencapaian, status sosial, atau nilai dirinya. Dalam psikologi, konsep yang berkaitan erat dengan hal tersebut adalah self-esteem atau harga diri, yaitu bagaimana seseorang menilai dan memandang dirinya sendiri. American Psychological Association menjelaskan bahwa self-esteem berkaitan dengan penilaian seseorang terhadap karakteristik, kemampuan, pencapaian, penampilan fisik, serta nilai dirinya.

Mengapa seseorang bisa merasa insecure?

Ada banyak faktor yang dapat memicu rasa insecure. Pengalaman masa kecil, kritik dari orang lain, tuntutan yang terlalu tinggi, kegagalan, masalah dalam hubungan, hingga pengalaman hidup yang berat dapat memengaruhi cara seseorang melihat dirinya. Lingkungan sosial juga mempunyai peran besar karena komentar dari keluarga, teman, pasangan, maupun lingkungan kerja dapat membentuk keyakinan seseorang tentang dirinya sendiri. Menurut NHS, rendahnya harga diri dapat berkembang sejak masa kanak-kanak dan dapat dipengaruhi oleh pesan positif maupun negatif yang diterima seseorang dari orang-orang di sekitarnya.

Media sosial dan jebakan membandingkan diri

Salah satu pemicu insecure yang semakin sering dibicarakan adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Ketika membuka Instagram, TikTok, Facebook, atau platform lainnya, kita dapat melihat pencapaian, penampilan, gaya hidup, perjalanan, pekerjaan, hingga hubungan orang lain dalam hitungan detik. Masalahnya, yang ditampilkan biasanya hanyalah bagian terbaik dari kehidupan seseorang. Jika kita membandingkan kehidupan nyata kita dengan "versi terbaik" kehidupan orang lain di media sosial, kita dapat merasa tertinggal atau tidak cukup baik. Sejumlah pembahasan psikologi mengenai social comparison menunjukkan bahwa perbandingan ke arah orang yang dianggap lebih berhasil dapat berkaitan dengan penurunan harga diri dan munculnya perasaan negatif.

Tanda-tanda seseorang sedang merasa insecure

Rasa insecure dapat terlihat dalam berbagai bentuk. Seseorang mungkin sering merasa dirinya tidak cukup baik, takut mendapatkan penilaian negatif, sulit menerima pujian, terlalu memikirkan komentar orang lain, atau terus membandingkan dirinya dengan orang lain. Dalam kondisi tertentu, seseorang juga bisa menghindari situasi sosial atau tantangan karena takut gagal dan takut terlihat kurang mampu. NHS menjelaskan bahwa rendahnya harga diri dapat membuat seseorang menarik diri dari situasi sosial, berhenti mencoba hal-hal baru, dan menghindari tantangan yang sebenarnya dapat membantu dirinya berkembang.

Insecure dalam hubungan

Rasa insecure juga dapat muncul dalam hubungan pertemanan maupun hubungan romantis. Misalnya, seseorang terus-menerus takut ditinggalkan, merasa dirinya tidak sebaik pasangan, terlalu membutuhkan validasi, atau mudah curiga ketika pasangan berinteraksi dengan orang lain. Ketika harga diri seseorang terlalu bergantung pada penerimaan atau penilaian orang lain, berbagai situasi dalam hubungan dapat terasa sebagai ancaman terhadap dirinya. Penelitian yang dirangkum American Psychological Association juga menunjukkan adanya hubungan dua arah antara kualitas hubungan sosial dan harga diri: hubungan yang positif dapat mendukung harga diri, sementara harga diri yang lebih baik juga berkaitan dengan hubungan sosial yang lebih sehat.

Bagaimana cara menghadapi rasa insecure?

Langkah pertama adalah menyadari bahwa nilai diri tidak harus ditentukan oleh pencapaian atau penilaian orang lain. Cobalah mengenali pikiran negatif yang muncul, kemudian tanyakan apakah pikiran tersebut benar-benar berdasarkan fakta atau hanya asumsi. Hindari kebiasaan membandingkan seluruh kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri: apa yang sudah berhasil dilakukan, kemampuan apa yang sudah dimiliki, dan hal apa yang masih ingin diperbaiki. NHS juga menyarankan untuk mengenali keyakinan negatif tentang diri sendiri, menantangnya, serta mencoba menghadapi tantangan secara bertahap daripada terus menghindarinya.

Jangan menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran diri

Setiap orang mempunyai perjalanan yang berbeda. Ada orang yang lebih cepat mencapai kesuksesan dalam pekerjaan, ada yang lebih cepat menemukan pasangan, ada yang lebih unggul dalam pendidikan, dan ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang. Perbandingan tidak selalu buruk karena dapat menjadi motivasi untuk berkembang. Namun, ketika perbandingan membuat seseorang merasa tidak berharga atau terus-menerus merasa "kalah", kebiasaan tersebut perlu dikendalikan. Penelitian mengenai social comparison menunjukkan bahwa membandingkan diri dengan orang lain merupakan hal yang manusiawi, tetapi dampaknya dapat menjadi negatif ketika perbandingan tersebut terus memperkuat perasaan tidak mampu atau tidak cukup baik.

Belajar menerima diri sendiri

Mengatasi insecure bukan berarti harus merasa sempurna setiap saat. Justru, menerima bahwa setiap manusia memiliki kekurangan merupakan bagian penting dari proses membangun kepercayaan diri. Kita boleh memperbaiki penampilan, meningkatkan kemampuan, mengejar karier, atau menetapkan target baru, tetapi semua itu sebaiknya dilakukan karena ingin berkembang, bukan karena merasa diri sendiri tidak berharga. Jika rasa tidak percaya diri sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, hubungan, pekerjaan, atau kesehatan mental, berbicara dengan psikolog atau tenaga profesional dapat menjadi langkah yang tepat. Konseling dan terapi, termasuk pendekatan seperti cognitive behavioural therapy atau CBT, dapat membantu seseorang mengenali dan menantang pola pikir negatif.

Pada akhirnya, insecure bukan berarti seseorang lemah. Setiap orang bisa mengalami masa ketika dirinya meragukan kemampuan atau merasa tidak cukup baik. Yang penting adalah tidak membiarkan keraguan tersebut menentukan seluruh cara kita menjalani hidup. Kita tidak harus menjadi seperti orang lain untuk merasa berharga. Menjadi versi diri sendiri yang terus belajar dan berkembang juga merupakan sebuah pencapaian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....