Kasus ISPA di Sulut Naik 58 Persen saat Kemarau Panjang
- 31 Agt 2026 17:40 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Mando - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat 58 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, dr. Lydia Evalin Tulus, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi salah satu dampak kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
“Yang paling mengancam itu adalah infeksi saluran pernapasan, ISPA,” ujar Lydia.
Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Respon Cepat (SKDR), peningkatan kasus ISPA terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Kondisi cuaca kering serta potensi polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan turut menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Selain ISPA, kemarau panjang juga berpotensi meningkatkan sejumlah penyakit lain, terutama yang berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air bersih dan memburuknya sanitasi. Penyakit tersebut antara lain diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis.
Lydia juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia.
“Karena itu kita harus melindungi kelompok rentan untuk musim kemarau yang berkepanjangan pada saat ini,” katanya.
Untuk mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini, termasuk tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Dinas Kesehatan Sulawesi Utara juga telah berkoordinasi dengan 15 dinas kesehatan kabupaten/kota dan seluruh puskesmas untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....