Benarkah Bawang Merah Bisa Redakan Flu? Ini Faktanya

  • 25 Agt 2026 18:19 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID,Manado -Bawang merah kerap digunakan sebagai bahan pengobatan rumahan ketika seseorang mengalami flu, batuk, atau pilek. Salah satu praktik yang cukup populer adalah mengoleskan bawang merah pada tubuh, mencampurnya dengan bahan tertentu, atau bahkan meletakkannya di sekitar tempat tidur. Namun, benarkah bawang merah dapat meredakan flu?

Dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Berdasarkan bukti medis yang tersedia, belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat bahwa bawang merah dapat mengobati atau menyembuhkan flu. Klaim bahwa potongan bawang merah dapat menyerap virus dari udara juga tidak didukung bukti ilmiah.

Dokter anak Kanya Ayu Paramastri, SpA, sebelumnya juga menjelaskan bahwa penggunaan bawang merah yang dicampur minyak telon untuk mengatasi batuk dan pilek pada anak belum terbukti secara medis. Rasa hangat dan pijatan saat ramuan tersebut digunakan mungkin membuat anak merasa lebih nyaman, tetapi hal itu berbeda dengan membuktikan bahwa bawang merah mampu mengatasi penyebab infeksinya.

Flu dan pilek pada umumnya berkaitan dengan infeksi virus. Karena itu, penggunaan bahan makanan seperti bawang merah tidak dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan medis yang telah terbukti.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa sebagian besar infeksi saluran pernapasan seperti pilek disebabkan oleh virus. Gejalanya antara lain hidung tersumbat atau berair, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk. Sebagian besar kasus akan membaik dengan sendirinya seiring waktu.

Bawang merah memang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki potensi tertentu dalam penelitian laboratorium. Namun, potensi tersebut tidak otomatis berarti bawang merah terbukti efektif sebagai obat flu pada manusia.

Bahkan untuk bawang putih yang sering dianggap memiliki manfaat serupa tinjauan Cochrane menemukan bahwa bukti klinis untuk mencegah atau mengobati common cold masih tidak mencukupi. Hal ini menunjukkan pentingnya membedakan antara hasil penelitian awal dan manfaat yang sudah terbukti secara klinis.

Bawang merah tetap aman dan bermanfaat sebagai bagian dari makanan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Namun, penggunaannya sebagai terapi flu sebaiknya tidak menggantikan langkah yang sudah terbukti membantu pemulihan, seperti cukup beristirahat dan menjaga asupan cairan.

Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap klaim kesehatan yang menyebut bawang merah mampu "menarik", "menyerap", atau "membunuh" virus hanya dengan diletakkan di kamar atau ditempelkan pada tubuh.

Jika gejala semakin berat, sulit bernapas, mengalami dehidrasi, demam berlangsung lebih dari empat hari, atau gejala tidak membaik setelah sekitar 10 hari, CDC menyarankan untuk mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Kesimpulannya, bawang merah boleh menjadi bagian dari pola makan dan mungkin memberikan rasa nyaman dalam beberapa penggunaan tradisional, tetapi hingga kini belum ada bukti kuat bahwa bawang merah dapat menyembuhkan atau secara langsung meredakan flu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....