Moderna dan Merck Uji Vaksin mRNA untuk Cegah Kambuhnya Kanker Kulit
- 20 Agt 2026 11:13 WIB
- Manado
Poin Utama
- Moderna dan Merck mengumumkan bahwa vaksin kanker berbasis mRNA eksperimental, Intismeran, yang dikombinasikan dengan obat imunoterapi Keytruda, menunjukkan hasil positif dalam mencegah kembalinya kanker kulit melanoma.
- Hasil uji klinis tahap akhir menunjukkan bahwa kombinasi vaksin mRNA dan Keytruda mampu memperpanjang masa bebas kanker serta menekan risiko penyebaran (metastasis) sel kanker ke organ tubuh lain.
- Terobosan ini digadang-gadang sebagai momen krusial dalam dunia medis untuk mewujudkan terapi vaksin kanker yang dirancang khusus (personalized) sesuai kondisi setiap pasien.
RRI.CO.ID, Manado - Perkembangan besar terjadi dalam dunia pengobatan kanker. Pasangan perusahaan farmasi terkemuka, Moderna dan Merck, mengumumkan bahwa vaksin kanker berbasis mRNA yang sedang mereka kembangkan menunjukkan potensi menjanjikan dalam mencegah kembalinya maupun penyebaran kanker kulit melanoma.
Berdasarkan laporan jurnalis Bailey Richards yang dipublikasikan media PEOPLE pada Rabu, 19 Aggustus 2026, vaksin eksperimental bernama Intismeran tersebut diuji coba dengan dikombinasikan bersama obat imunoterapi milik Merck, Keytruda.
Hasil awal dari uji klinis tahap akhir (late-stage trial) terhadap pasien berisiko tinggi atau penderita melanoma tingkat lanjut yang telah menjalani operasi pengangkatan tumor menunjukkan hasil yang sangat positif.
Penggunaan kombinasi Intismeran dan Keytruda terbukti secara signifikan mampu memperpanjang durasi waktu pasien bertahan tanpa kembalinya sel melanoma. Rejimen pengobatan berbasis mRNA ini tercatat lebih efektif dibandingkan dengan pemberian terapi Keytruda secara tunggal.
Selain itu, temuan uji klinis juga mengindikasikan bahwa kombinasi terapi ini efektif menekan risiko penyebaran (metastasis) sel kanker ke organ tubuh lainnya.
Menurut lembaga medis Cleveland Clinic, melanoma dikenal sebagai jenis kanker kulit paling berbahaya karena kecepatannya dalam tumbuh dan kemampuannya menyebar ke organ tubuh vital.
Chief Executive Officer (CEO) Moderna, Stéphane Bancel, menyambut baik capaian ini dan menyebut hasil uji coba sebagai tonggak sejarah baru dalam penelitian kanker.
"Selama bertahun-tahun, gagasan untuk menciptakan pengobatan mRNA yang dirancang khusus bagi kanker individu pasien hanyalah sebuah aspirasi. Kini, kami membantu mewujudkan visi tersebut menjadi kenyataan," ujar Bancel dalam keterangan resminya.
Dalam wawancara terpisah di program Squawk Box CNBC, Bancel menegaskan bahwa capaian ini merupakan "momen besar bagi dunia kedokteran dan bagi para pasien."
Meskipun data lengkap studi ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah peer-reviewed, Moderna dan Merck berencana untuk mempresentasikan temuan lengkap mereka pada ajang konferensi medis internasional mendatang. Saat ini, efektivitas teknologi vaksin mRNA tersebut juga tengah diuji untuk jenis kanker lain, termasuk kanker paru-paru dan kanker kandung kemih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....