Waspada Racun di Sekitar Kita Kenali Bahayanya
- 18 Agt 2026 15:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Racun merupakan zat yang dapat menyebabkan kerusakan tubuh, mengganggu fungsi organ, hingga mengancam keselamatan jiwa jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah tertentu. Paparan racun dapat terjadi melalui pernapasan, makanan dan minuman, kontak dengan kulit, maupun melalui suntikan atau luka.
Dampak keracunan terhadap tubuh sangat beragam, mulai dari gangguan pencernaan hingga kerusakan organ vital seperti hati, ginjal, paru-paru, dan otak. Dalam kondisi berat, keracunan bahkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, koma, hingga kematian. Selain dampak akut, paparan zat beracun dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan sistem saraf, penurunan fungsi kognitif, gangguan hormon, penyakit degeneratif, hingga kanker, terutama jika seseorang terus-menerus terpapar zat yang bersifat karsinogenik.
Menurut informasi yang dikutip dari laman polri.go.id racun dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain lingkungan, makanan, obat-obatan, hingga bahan kimia berbahaya. Racun dapat masuk ke dalam tubuh melalui beberapa cara. Di antaranya melalui pernapasan akibat menghirup asap, gas beracun, atau polusi udara. Racun juga dapat masuk melalui makanan dan minuman yang tercemar bahan kimia, pestisida, maupun zat berbahaya lainnya.
Selain itu, paparan juga dapat terjadi melalui kulit akibat kontak langsung dengan bahan kimia. Sementara melalui suntikan atau luka, racun dapat masuk ke tubuh, misalnya akibat gigitan atau sengatan hewan berbisa. Gejala keracunan yang muncul juga bergantung pada jenis dan jumlah zat yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain pusing, mual, muntah, diare, kebingungan, kejang, sesak napas, hingga penurunan kesadaran.
Sejumlah bahan yang berpotensi menyebabkan keracunan juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya asap rokok dan polusi udara, bahan kimia rumah tangga seperti cairan pembersih dan pestisida, logam berat seperti merkuri dan timbal, serta penggunaan obat-obatan dan alkohol secara berlebihan.
Salah satu jenis keracunan yang cukup sering terjadi adalah keracunan makanan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit yang ikut tertelan melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.
Makanan basi atau makanan yang diproses dan disimpan dengan cara yang tidak higienis dapat menjadi sumber kontaminasi. Gejala keracunan makanan biasanya berupa mual, muntah, sakit perut, dan diare. Namun, waktu munculnya gejala dapat berbeda-beda tergantung penyebab keracunan. Untuk mencegah bahaya keracunan, masyarakat diimbau menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja dengan bahan kimia, menghindari rokok dan paparan asap rokok, serta mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
Bahan kimia dan obat-obatan juga perlu disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Selain itu, limbah dan bahan beracun harus dibuang sesuai dengan ketentuan agar tidak mencemari lingkungan. Jika seseorang diduga mengalami keracunan, pertolongan medis harus segera dicari, terutama jika korban mengalami sesak napas, kejang, penurunan kesadaran, atau gejala berat lainnya.
Masyarakat juga diimbau tidak memaksakan korban untuk muntah tanpa petunjuk dari tenaga medis. Jika diketahui, jenis zat yang menyebabkan keracunan sebaiknya diinformasikan kepada petugas kesehatan untuk membantu menentukan penanganan yang tepat. Dengan mengenali sumber, gejala, serta langkah pertolongan yang benar, risiko akibat keracunan dapat diminimalkan. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
(Sumber:tribratanews.polri.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....