Stres Berkepanjangan Memengaruhi Fungsi Organ dan Kesehatan Tubuh
- 08 Agt 2026 21:39 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Stres merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan. Namun, jika terjadi terus-menerus, stres dapat mengganggu kerja berbagai organ dan meningkatkan risiko penyakit. Saat seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang memengaruhi sistem pernapasan, pencernaan, kekebalan tubuh, hingga jantung.
Dikutip dari halodoc.com, pada sistem pernapasan, stres membuat napas menjadi lebih cepat. Bagi penderita asma atau penyakit paru kronis, kondisi ini dapat memperburuk gejala dan meningkatkan risiko sesak napas maupun serangan panik.
Pada sistem pencernaan, stres dapat mengubah nafsu makan dan mengganggu kerja saluran cerna. Akibatnya, seseorang lebih berisiko mengalami nyeri perut, mual, refluks asam lambung, sembelit, atau diare.
Stres berkepanjangan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Peningkatan hormon kortisol dalam waktu lama dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi sehingga lebih mudah terserang flu dan penyakit lainnya.
Selain itu, sistem saraf dan endokrin akan merangsang pelepasan hormon stres yang meningkatkan denyut jantung, kadar gula darah, dan tekanan darah sebagai respons menghadapi ancaman. Jika kondisi ini berlangsung terus, tubuh akan bekerja lebih berat.
Dampak paling serius terjadi pada sistem kardiovaskular. Denyut jantung dan tekanan darah yang terus meningkat dapat memperbesar risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga stroke.
Karena itu, stres tidak boleh diabaikan. Menjaga pola tidur, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, melatih relaksasi, serta berbagi cerita dengan orang terpercaya dapat membantu mengendalikan stres. Jika keluhan berlangsung lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....