Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Benteng Utama Melawan Diare
- 05 Jul 2026 08:25 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Penyakit yang ditandai dengan buang air besar encer sebanyak tiga kali atau lebih dalam waktu 24 jam ini umumnya disebabkan oleh infeksi mikroorganisme dan dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga orang dewasa.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id istilah diare berasal dari bahasa Yunani diarroia yang berarti "mengalir terus". Penyakit ini masih menjadi persoalan kesehatan global. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun terjadi sekitar 1,7 miliar kasus diare pada anak-anak di seluruh dunia, dengan angka kematian mencapai sekitar 444.000 hingga 495.000 anak.
Wilayah Asia Tenggara menjadi kawasan dengan jumlah kematian balita akibat diare tertinggi kedua di dunia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan perlu terus ditingkatkan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
PHBS merupakan serangkaian perilaku yang dilakukan secara sadar agar setiap individu dan keluarga mampu menjaga kesehatannya serta berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu indikator utama PHBS adalah kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Mencuci tangan dengan sabun terbukti mampu mengurangi risiko penyebaran bakteri, virus, dan mikroorganisme penyebab diare. Tangan menjadi bagian tubuh yang paling mudah terpapar kuman, terutama pada anak usia sekolah yang sering beraktivitas dan mengonsumsi makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Selain mencuci tangan, penerapan PHBS juga meliputi mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan toilet, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menghindari kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan begadang, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung kesehatan ibu dan anak.
Diare dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya perilaku individu, keberadaan agen penyebab penyakit seperti bakteri dan virus, serta kondisi lingkungan yang kurang bersih. Faktor lain seperti makanan yang tidak higienis, gangguan penyerapan makanan, kondisi psikologis, dan rendahnya personal hygiene juga dapat meningkatkan risiko terjadinya diare.
Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya PHBS perlu terus dilakukan, terutama di lingkungan sekolah. Edukasi tentang cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun menjadi salah satu langkah promotif dan preventif yang efektif dalam menekan angka kejadian diare pada anak usia sekolah.
Dengan membiasakan hidup bersih dan sehat, masyarakat diharapkan dapat melindungi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan dari berbagai penyakit, termasuk diare.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....