Deteksi Dini Kaki Pengkor Tingkatkan Peluang Anak Berjalan Normal

  • 26 Jun 2026 15:16 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Kaki pengkor atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV), yang juga dikenal sebagai clubfoot, merupakan salah satu kelainan bawaan yang dapat terjadi pada bayi sejak lahir. Kondisi ini ditandai dengan posisi telapak kaki yang berputar ke arah dalam dan bawah, sehingga bentuk kaki tampak tidak normal.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id CTEV terjadi pada sekitar 1 dari 1.000 bayi baru lahir. Meski tidak dapat membaik dengan sendirinya, penanganan yang dilakukan sejak dini dapat memberikan hasil yang optimal sehingga anak memiliki peluang untuk tumbuh dan berjalan secara normal.

Kaki pengkor dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada trimester kedua. Selain itu, kondisi ini juga dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik segera setelah bayi lahir.

Anak merupakan anugerah yang berharga bagi setiap keluarga. Namun, tidak semua bayi lahir dengan kondisi fisik yang sama. Beberapa bayi dapat mengalami kelainan kongenital atau kelainan bawaan, termasuk kaki pengkor. Karena itu, orang tua diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik bayi sejak lahir, termasuk bentuk dan posisi kaki.

Dalam dunia medis, kondisi equinus atau kaki yang cenderung mengarah ke bawah dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Di antaranya kelainan bawaan seperti sindrom Klippel-Feil, cerebral palsy, dan spina bifida, cedera pada otot atau tendon kaki, gangguan saraf seperti stroke dan neuropati perifer, hingga kebiasaan menggunakan alas kaki yang tidak sesuai.

Gejala yang dapat muncul antara lain kesulitan mengangkat kaki, kesulitan berjalan, nyeri pada kaki dan betis, serta gangguan keseimbangan saat berdiri maupun berjalan.

Kaki pengkor yang tidak ditangani berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Beberapa di antaranya adalah gangguan berjalan, infeksi akibat gesekan berlebih pada kulit kaki, pengecilan otot karena kurang digunakan, hingga kerusakan sendi yang dapat menyebabkan arthritis.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tersedia berbagai pilihan penanganan seperti terapi fisik guna meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot, penggunaan alat bantu seperti orthosis, hingga tindakan operasi pada kasus tertentu untuk memperbaiki tendon atau ligamen yang mengalami gangguan.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kesehatan kaki melalui penggunaan sepatu yang nyaman, melakukan peregangan secara rutin, berolahraga untuk memperkuat otot kaki, serta menjaga postur tubuh yang baik.

Kesembuhan kaki pengkor sangat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Oleh karena itu, orang tua maupun masyarakat yang menemukan gejala serupa disarankan segera berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Deteksi dini dan penanganan yang cepat menjadi kunci utama untuk membantu anak dengan kaki pengkor tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik di masa depan.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....