Kenali Rumus MP2K3, Kunci Cegah Fase Syok Mematikan pada DBD
- 25 Jun 2026 12:54 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kecepatan mendeteksi tanda bahaya menjadi kunci utama menyelamatkan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dari kondisi syok. Orang tua pun diminta memahami istilah "MP2K3", yaitu muntah berulang, perut sakit, hingga penurunan kesadaran atau kejang.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis, Dea Hapsari, menekankan pentingnya pemantauan klinis 24 jam di rumah sakit karena kondisi pasien bisa memburuk secara drastis.
Ia mewanti-wanti orang tua agar tidak terkecoh saat melihat anak yang tampak tertidur tenang, karena bisa jadi itu adalah tanda penurunan kesadaran.
"Itulah mengapa kami di rumah sakit selalu memantau ketat dan tidak membiarkan pasien tidur terlalu lama tanpa dipastikan responsnya," kata Dea.
Lebih lanjut, Dea meminta orang tua tidak protes jika dokter menganjurkan pemeriksaan laboratorium darah secara berkala pada pagi dan sore hari. Langkah ini sangat krusial untuk memantau kadar hemoglobin dan hematokrit guna mengukur volume perembesan plasma.
"Maka kita harus memberikan infus berdasarkan hasil laboratorium," ujarnya untuk memastikan dosis cairan diberikan secara presisi guna mencegah syok.
Di sisi lain, langkah preventif di rumah juga harus berjalan. Mengingat nyamuk Aedes aegypti aktif pada pukul 10.00 - 12.00 dan 15.00 - 17.00, penggunaan anti-nyamuk sebaiknya diulang setiap 3 jam. Gerakan 3M Plus seperti memelihara ikan cupang atau sepat di penampungan air juga sangat dianjurkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....