Kenali Keracunan Makanan dan Cara Alami Meredakan Gejalanya

  • 21 Jun 2026 18:31 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Keracunan makanan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri seperti Campylobacter, E. coli, dan Salmonella, atau makanan yang tidak dimasak hingga matang. Selain bakteri, virus dan parasit juga dapat menjadi penyebab keracunan makanan.

Dikutip dari laman polri.go.id kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tanpa memperhatikan kebersihan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko keracunan makanan. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu, mulai dari sakit perut, mual, muntah, diare, kram perut, demam, hingga tubuh yang mudah lelah.

Pada umumnya, sebagian besar kasus keracunan makanan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih serius dan menyebabkan komplikasi sehingga tidak boleh dianggap sepele.

Makanan dapat terkontaminasi bakteri dan kuman akibat proses pengolahan yang kurang higienis, penyimpanan pada suhu yang tidak tepat, serta konsumsi daging atau telur yang kurang matang.

Untuk membantu meredakan gejala selama masa pemulihan, terdapat beberapa bahan alami yang dapat dimanfaatkan, di antaranya:

  1. Jahe
    Jahe telah lama digunakan sebagai bahan alami untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Kandungan dalam jahe diketahui dapat memberikan efek menenangkan pada lambung dan sistem pencernaan sehingga membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat keracunan makanan.
  2. Peppermint
    Peppermint juga dapat membantu meredakan sakit perut yang sering muncul saat mengalami keracunan makanan. Manfaat ini bisa diperoleh melalui konsumsi teh peppermint maupun permen peppermint.
  3. Bawang Putih
    Selain menjadi bumbu dapur, bawang putih memiliki sifat antivirus dan antibakteri yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bawang putih dapat dikonsumsi secara langsung atau dicampurkan ke dalam makanan.
  4. Makanan Berprobiotik
    Setelah kondisi mulai membaik, konsumsi makanan berprobiotik seperti yoghurt dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik dalam saluran pencernaan dan mendukung proses pemulihan tubuh.
  5. Pisang
    Pisang menjadi salah satu pilihan makanan yang baik selama masa pemulihan. Buah ini dapat membantu menggantikan elektrolit yang hilang akibat diare, memberikan energi, serta membantu tubuh kembali bugar.
    Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, memasak bahan pangan hingga matang, serta menyimpan makanan dengan benar guna mencegah terjadinya keracunan makanan. Jika gejala yang dialami semakin parah atau tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
    (Sumber:tribratanews.polri.go.id)
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....