Tubuh Kurus Bukan Jaminan Kolesterol Normal
- 19 Jun 2026 16:29 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Banyak masyarakat masih beranggapan bahwa kolesterol tinggi hanya menyerang orang yang bertubuh gemuk atau kelebihan berat badan. Padahal, pandangan ini keliru. Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id orang dengan tubuh kurus atau berat badan normal pun berisiko mengalami kadar kolesterol tinggi, sehingga penampilan fisik yang langsing tidak bisa dijadikan patokan kadar kolesterol dalam darah berada dalam batas aman.
Kolesterol sendiri merupakan zat menyerupai lemak yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon, vitamin D, serta membran sel. Namun, jika kadarnya berlebih terutama kolesterol jenis LDL atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat risiko terkena penyakit jantung dan stroke akan meningkat secara signifikan.
Lantas, mengapa orang kurus bisa mengalami kolesterol tinggi? Berikut adalah sejumlah penyebab utamanya:
- Faktor Keturunan (Genetik)Sebagian orang mewarisi kecenderungan tubuh untuk memproduksi atau menyerap kolesterol berlebih, meskipun mereka memiliki berat badan ideal dan pola makan yang terlihat cukup baik. Kondisi ini merupakan faktor bawaan yang tidak bisa diubah, namun tetap bisa dikendalikan.
- Pola Makan Tidak Sehat Berat badan yang tetap normal tidak berarti asupan makanan sudah sehat. Sering mengonsumsi gorengan, makanan cepat saji, makanan yang kaya lemak jenuh, hingga produk makanan ultra-proses dapat memicu kenaikan kadar kolesterol, tanpa menyebabkan kenaikan berat badan yang berarti.
- Kurang Aktivitas Fisik Olahraga berperan penting dalam meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) serta menjaga sirkulasi darah dan kesehatan jantung. Bagi orang kurus yang jarang bergerak atau kurang berolahraga, risiko terganggunya keseimbangan kolesterol dalam tubuh tetap terbuka lebar.
- Penumpukan Lemak Viseral Ada kondisi di mana seseorang terlihat sangat kurus dari luar, namun sebenarnya memiliki tumpukan lemak di sekitar organ dalam tubuh. Lemak tersembunyi ini sangat berbahaya karena dapat memicu kolesterol tinggi, diabetes, hingga penyakit jantung koroner.
- Adanya Penyakit Tertentu Beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes, gangguan fungsi tiroid (hipotiroidisme), penyakit ginjal, hingga gangguan pada organ hati juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah, terlepas dari berat badan penderitanya.
Hal yang perlu diwaspadai adalah fakta bahwa kolesterol tinggi hampir tidak menimbulkan gejala fisik yang terasa. Inilah sebabnya kondisi ini sering disebut sebagai silent condition atau penyakit diam-diam. Seringkali, seseorang baru menyadari dirinya memiliki kolesterol tinggi setelah terjadi komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.
Untuk itu, langkah pencegahan sangat penting dilakukan oleh siapa saja, baik yang kurus maupun gemuk. Berikut cara menjaga kadar kolesterol tetap normal:
• Memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan makanan yang kaya serat.
• Membatasi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans.
• Berolahraga secara rutin minimal 150 menit dalam seminggu.
• Menghindari kebiasaan merokok.
• Menjaga berat badan tetap ideal sesuai indeks massa tubuh.
• Melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala, minimal setahun sekali atau sesuai anjuran dokter.
Kolesterol tinggi bukanlah masalah yang hanya dialami kelompok tertentu. Orang bertubuh kurus pun memiliki risiko yang sama karena faktor genetik, kebiasaan hidup, hingga kondisi kesehatan lain. Karena sulit dideteksi tanpa pemeriksaan medis, mengecek kadar kolesterol secara rutin adalah cara paling tepat untuk mencegah risiko penyakit jantung dan stroke di masa depan.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....