Kemenkes Perkuat Surveillance di Pintu Masuk Negara Cegah Hantavirus
- 13 Jun 2026 18:54 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat sistem pengawasan (surveillance) di seluruh pintu masuk negara untuk mengantisipasi potensi penyebaran Hantavirus. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi ketahanan kesehatan nasional guna mendeteksi dini penyakit infeksi menular.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Dr. Sumar Jaya, menjelaskan bahwa penguatan dilakukan secara berlapis, mulai dari wilayah permukiman hingga wilayah perbatasan negara.
"Kami memperkuat surveillance di pintu masuk negara melalui bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas darat," ujar Dr. Sumar Jaya dalam sebuah talkshow kesehatan, Kamis, 10 Juni 2026.
Menurutnya, Kemenkes kini mengandalkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang terintegrasi di ribuan Puskesmas dan rumah sakit di Indonesia. Selain itu, skrining ketat juga diberlakukan bagi para pelaku perjalanan internasional.
"Aplikasi pengawasan sudah terintegrasi dengan imigrasi. Jika ada pelaku perjalanan yang bergejala, otomatis akan ter skrining," katanya menambahkan.
Hantavirus sendiri bukanlah virus baru di Indonesia. Kasus pertama berjenis Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal telah ditemukan sejak tahun 1991. Guna memaksimalkan pencegahan, Kemenkes kini mengadopsi pendekatan One Health yang mengintegrasikan data lintas sektor.
"Penyakit infeksi emerging mayoritas bersumber dari binatang. Karena itu, kami butuh pendekatan One Health bersama kementerian lain," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....