Edukasi Gizi Penting Cegah Kekurangan Zat Besi pada Remaja
- 06 Jun 2026 17:53 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Kekurangan zat besi masih menjadi salah satu gangguan nutrisi yang sering terjadi pada remaja, namun kerap tidak disadari. Kondisi ini dapat berkembang menjadi anemia defisiensi besi, yaitu keadaan ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk membentuk hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Akibatnya, penderita dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti kelelahan, pusing, pucat, hingga penurunan konsentrasi yang berdampak pada prestasi belajar dan produktivitas. Dalam kasus yang lebih berat, kondisi ini juga dapat mengganggu fungsi jantung, pernapasan, serta menurunkan daya tahan tubuh.
Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI kemkes.go.id kekurangan zat besi juga berdampak serius pada kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja, terutama pada masa pertumbuhan yang pesat. Pada remaja perempuan, kehilangan zat besi juga sering dipicu oleh menstruasi.
Sejumlah faktor lain turut menjadi penyebab, di antaranya pola makan rendah zat besi, gangguan penyerapan akibat penyakit tertentu, serta meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan.
Gejala yang umum muncul meliputi tubuh mudah lelah, nyeri kepala, denyut jantung tidak teratur, rambut rontok, kuku rapuh, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Penanganan kondisi ini dapat dilakukan melalui pemberian suplemen zat besi, perbaikan pola makan dengan meningkatkan konsumsi sumber zat besi seperti daging merah, kacang-kacangan, dan sayuran hijau, serta pengobatan terhadap penyebab yang mendasarinya.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan seimbang, pemeriksaan kadar zat besi secara rutin, serta penggunaan suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi remaja perempuan dengan risiko tinggi.
Jika tidak ditangani, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia berat, gangguan perkembangan kognitif dan fisik, penurunan imunitas, hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang.
Pentingnya edukasi dan pemeriksaan dini untuk mencegah dampak yang lebih serius dari kekurangan zat besi di kalangan remaja.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....