Mengenal "Emotional Numbness", Hilangnya Ekspresi untuk Emosi
- 18 Mei 2026 11:24 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Ketika seseorang menghadapi trauma, kehilangan, atau stres berat, mereka mungkin memilih untuk menutup perasaan ini demi mencegah hal-hal tersebut melukai perasaan lebih dalam. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak negatif pada interaksi sosial seseorang serta menciptakan jarak antara mereka dan orang-orang di sekitarnya.
Melansir dari laman healthline, menjelaskan bahwa mati rasa emosional, atau yang dikenal dengan istilah emotional numbness, merupakan kondisi di mana individu tidak merasakan atau mengekspresikan emosi dengan cara yang wajar. Hal ini sering muncul sebagai mekanisme perlindungan diri dari rasa sakit, baik fisik maupun emosional.
Gejala mati rasa emosional dapat bervariasi tetapi beberapa tanda umum meliputi ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi, baik positif maupun negatif. Individu mungkin merasa terasing, kosong, atau bahkan bingung dengan perasaan sendiri. Kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain juga sering terjadi.
Mati rasa secara emosional sering dikaitkan dengan stres yang tidak terkelola dengan baik. Stres yang berkepanjangan bisa menyebabkan terganggunya hormon yang mengatur suasana perasaan (mood) dan emosi. Faktor fisik, seperti lelah akibat sejumlah aktivitas, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya mati rasa emosi. Emotional numbness juga bisa menjadi bagian dari alexithymia, yaitu kondisi di mana seseorang tidak bisa merasakan atau mengenali emosinya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....