Waspada Hantavirus: Ancaman Kecil dengan Dampak Besar

  • 13 Mei 2026 22:28 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Hantavirus Pulmonary Syndrome adalah penyakit serius yang disebabkan oleh kelompok virus bernama hantavirus. Virus ini umumnya menyebar melalui tikus liar dan hewan pengerat lainnya.

Manusia bisa tertular saat menghirup partikel kecil dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengandung virus. Meski tergolong langka, penyakit ini dapat berkembang cepat dan berbahaya bagi paru-paru.

Dilansir dari laman World Health Organization (WHO) tentang "Hantavirus Fact Sheet", gejala awal hantavirus sering mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, dan menggigil. Setelah beberapa hari, penderita bisa mengalami batuk dan sesak napas berat karena cairan mulai memenuhi paru-paru. Pada kasus berat, kondisi ini dapat mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Penularan hantavirus paling sering terjadi di area yang banyak tikus, seperti gudang, loteng, kebun, rumah kosong, atau tempat penyimpanan makanan. Risiko meningkat ketika seseorang membersihkan area penuh debu yang tercemar kotoran tikus tanpa perlindungan. Virus biasanya tidak menyebar lewat kontak biasa antar manusia, walaupun ada beberapa jenis tertentu yang sangat jarang dapat menular.

Belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus, sehingga penanganan lebih fokus pada perawatan suportif. Karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting. Menjaga rumah tetap bersih, menutup celah masuk tikus, menyimpan makanan dengan baik, dan menggunakan masker saat membersihkan area kotor adalah tindakan yang sangat dianjurkan.

Kasus hantavirus pernah ditemukan di berbagai negara, termasuk di Amerika, Asia, dan Eropa, dengan jenis virus yang berbeda-beda. Tingkat kematian pada beberapa jenis hantavirus cukup tinggi bila tidak ditangani cepat. Karena gejalanya menyerupai flu atau infeksi biasa, banyak orang tidak langsung menyadari bahayanya.

Jika seseorang mengalami demam dan sesak napas setelah kontak dengan area yang banyak tikus, segera cari bantuan medis. Diagnosis dini dapat meningkatkan peluang pemulihan. Walaupun terdengar menakutkan, risiko dapat dikurangi secara besar dengan kebersihan lingkungan dan pengendalian hama yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....