Penggunaan Obat Hipertensi Harus Dipahami Secara Benar
- 13 Mei 2026 22:07 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia karena dapat memicu berbagai penyakit berbahaya seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan kerusakan ginjal. Dikutip dari kemkes.go.id, penyakit ini terjadi saat tekanan darah berada di angka 140/90 mmHg atau lebih dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada penderitanya.
Data kesehatan nasional menunjukkan jumlah penderita hipertensi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini tidak hanya dialami kelompok lanjut usia, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi garam, obesitas, serta kebiasaan merokok.
Di tengah tingginya kasus hipertensi, masih banyak masyarakat yang salah memahami penggunaan obat antihipertensi. Salah satu anggapan yang sering muncul adalah obat hipertensi dapat merusak ginjal. Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol justru dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah ginjal dan mengganggu fungsi penyaringan darah. Obat antihipertensi digunakan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko kerusakan organ.
Kesalahan lain yang masih sering terjadi adalah menghentikan konsumsi obat ketika tekanan darah sudah normal. Dokter menjelaskan bahwa hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Tekanan darah yang stabil menunjukkan pengobatan berjalan efektif. Jika obat dihentikan tanpa pengawasan tenaga medis, tekanan darah dapat kembali meningkat dan memicu komplikasi serius.
Pengobatan hipertensi juga tidak cukup hanya dengan minum obat. Penderita tetap perlu menjalani pola hidup sehat seperti membatasi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan, mengurangi stres, dan berhenti merokok. Langkah tersebut membantu meningkatkan efektivitas pengobatan dan menjaga tekanan darah lebih terkontrol.
Selain pengobatan dan perubahan gaya hidup, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membantu pasien disiplin menjalani terapi. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga diperlukan agar kondisi kesehatan dapat dipantau sejak dini dan risiko komplikasi dapat dicegah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....